Lead

Nov 17 05 10:33 AM

Tags : :

923 – MAKALAH


SAKSI - SAKSI YEHUWA

siapa & apa yang diajarkan?




PENDAHULUAN


Saksi-Saksi Yehuwa (SSY, Jehovah Witnesses) adalah aliran agama yang sering secara terbuka mengaku sebagai ‘Siswa-Siswa Alkitab’ namun juga sering mengaku sebagai 'Kristen', namun ajarannya sebenarnya bersifat antitesa terhadap kekristenan. Mereka cenderung berpraktek melalui kunjungan dari rumah-ke-rumah, dan sekalipun SSY menyiarkan keyakinan mereka juga pada penganut agama lain, misi mereka memang diutamakan mendatangi umat Kristen yang sudah bergereja. Karena perilaku mereka yang cukup rajin mendatangi orang-orang di rumah mereka dan telah menimbulkan keresahan di kalangan umat beragama umumnya karena praktek kunjungan-kunjungan ke rumah-rumah masyarakat yang sudah beragama dan juga melakukan antitesa terhadap beberapa aspek pemerintahan, pada tahun 1976 melalui SK Jaksa Agung R.I., kegiatan mereka dilarang. Tetapi melalui SK Jaksa Agung RI pula, pada tanggal 1 Juni 2001, SK tahun 1976 itu dicabut sehingga sekarang SSY dapat bergerak menjalankan misinya secara leluasa.

Prakteknya, SSY sekalipun secara resmi dilarang kala itu, kegiatan mereka berjalan terus apalagi kegiatannya kurang kelihatan sebagai organisasi yang memiliki 'gedung pertemuan' dan SSY lebih aktip dalam siar agamanya melalui pendekatan pribadi dengan kunjungan kerumah-rumah, apalagi di era reformasi dan keterbukaan sekarang, dapat dimaklumi kalau larangan demikian menjadi kurang efektif. Faktanya, mereka terus aktif mengadakan pertemuan-pertemuan di gedung-gedung pertemuan umum bahkan menurut 'Buku Kegiatan 1997' (hal.29-30) yang mereka terbitkan, disebutkan bahwa pada tanggal 19 Juli 1996 telah dibuka cabang Indonesia berupa gedung yang dipergunakan bukan saja sebagai tempat pertemuan dan kantor pusat kegiatan tetapi juga percetakan.

Memang dalam era reformasi dengan demokrasinya, dan bebasnya informasi melalui internet, sudah bukan masanya kalau umat Kristen menolak kehadiran mereka secara resmi karena itu melanggar HAM tentunya, tetapi umat Kristen dengan institusinya tentu tepat bila menolak mereka sebagai bagian agama Kristen karena mereka menolak Yesus sebagai Tuhan dan Kristus yang bangkit secara tubuh dan menolak Alkitab Kristen sebagai firman Allah dan menggantinya dengan Alkitab mereka sendiri (Terjemahan Dunia Baru/New World Translation) yang lebih merupakan buku doktrin daripada terjemahan Alkitab, jadi berbeda dengan kekristenan secara umum.


PARA TOKOH PEMIMPIN


SSY didirikan olehCharles Taze Russel (1852-1916) yang semula adalah anggota gereja Presbyterian kemudian terpengaruh Adventisme soal ajaran Akhir Zaman dan ajaran Christadelphian yang berbeda dengan ajaran Kristen yang umum. Pada tahun 1870 ia merasa memperoleh wahyu untuk menyingkapkan rahasia-rahasia Alkitab dan pada tahun 1872 membentuk kelompok pemahaman Alkitab sendiri dengan nama 'Siswa-Siswa Alkitab'. Setelah Russel meninggal (1916) ia digantikan oleh Joseph Franklin Rutherford, di bawah pemerintahannya mulai digunakan nama Saksi-Saksi Yehuwa. Pada tahun 1942 digantikan oleh Nathan Homer Knorr, menyusul tahun 1977 oleh Frederick W. Franz. Setelah kematian Franz (1992), Milton G. Henzel memerintah sampai mengundurkan diri di tahun 2000 dan digantikan oleh Don Adams. Tokoh-tokoh pemimpin ini dianggap seakan-akan sebagai nabi oleh para pengikutnya.


PENGAJARAN DAN PENYIARAN


Ajaran SSY bukanlah merupakan exegese dari Alkitab tetapi lebih merupakan ajaran para tokohnya. Buku utama mereka bukan Alkitab tetapi buku karya Russel berjudul 'Studies in the Scripture' (Penyelidikan Alkitab, 7 jilid) dinilai lebih berotoritas dari Alkitab sendiri. Saksi Yehuwa merupakan organisasi teokratis yang menekankan keterlibatan semua anggotanya dalam siar agama, sedang nama Saksi Yehuwa adalah nama yang baru di kemudian hari ditahun 1931 dipakai, 52 tahun setelah SSY berdiri, yang diambil dari ayat-ayat Yesaya 43:10-12.

SSY sangat aktif dalam siaran radio disamping kunjungan-kunjungan ke rumah-rumah, dan terutama propaganda literatur sangat ditekankan. Banyak buku-buku propaganda telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan dicetak dengan harga murah tetapi dengan kualitas yang baik dan berwarna. Buletin SSY berjudul 'Menara Pengawal' dan 'Sedarlah' sangat menarik karena dikemas begitu indah dan berisi masalah-masalah yang hangat dihadapi manusia modern. Disamping itu traktat-traktat berwarna banyak dicetak dan disebar luaskan. Buku-buku SSY pada umumnya diterbitkan oleh 'Watchtower Bible and Tract Society of New York - International Bible Students Association' yang berlokasi di Brooklyn, New York.

Biasanya tema promosi literatur SSY disamping berisi pengajaran, juga berkisar soal penderitaan di bumi dan bahwa baik pemerintah maupun agama-agama tidak berhasil mengatasinya, dan hanya para Saksi Yehuwalah yang bisa menawarkan jalan keluar menuju firdaus yang kekal. Literatur SSY bersifat menyalahkan pemerintah-pemerintah maupun agama-agama secara umum terutama agama Katolik, dan dengan penjelasan para penyiar agama yang meyakinkan tentu saja banyak orang menjadi tertarik, apalagi bila yang bersangkutan sedang mengalami masalah dengan gereja yang diikutinya. .


SOAL ALKITAB


Bagi SSY Alkitab terjemahan Kristen dan lebih-lebih Katolik semuanya salah dan hanya terjemahan SSY yang diberi nama 'Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru' (TDB/New World Translation/NW) -lah yang benar. Terjemahan NW mengikuti terjemahan 'Empathic Diaglot' yang diterjemahkan oleh Benyamin Wilson, seorang tokoh Christadelphian (1864), yaitu dengan cara menterjemahkan tiap kata (linear) Ibrani (PL) dan Yunani (PB) (bahasa asli Alkitab) dibawahnya dan menafsirkannya.

“Untuk menyingkirkan sesuatu yang rupa-rupanya menjadi pertentangan di sini marilah kita kutip salinan bahasa Gerika kata-demi-kata seperti diperlihatkannya diantara garis-garis bacaan dalam The Emphatic Diaglott.” (Karena Allah Itu Benar Adanya, 1960, hlm.110. Disesuaikan dengan ejaan baru).

Tentu saja tafsiran harfiah kata-per-kata dengan urutan demikian yang tidak mengikuti prinsip-prinsip penerjemahan dan tatabahasa, jelas menghasilkan teks yang bisa diartikan berbeda dengan penafsrian umumnya di kalangan Kristen & Katolik. Apalagi dengan adanya asumsi dogmatis bahwa semua terjemahan Kristen & Katolik adalah salah dan terjemahan SSY-lah yang benar, tentu sulit untuk membandingkan mana terjemahan yang benar, apalagi sudah menjadi kenyataan, bahwa para penulis ‘Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru’ bukanlah ahli-ahli yang menguasai bahasa Ibrani dan Yunani secara akademis karena mereka menolak belajar teologi formal. Faktanya Alkitab NW bukanlah terjemahan tetapi lebih merupakan tafsiran (paraphrase) untuk mendukung keyakinan Saksi Yehuwa. .


PENGAJARAN TENTANG ALKITAB


Bagi SSY, Dunia diperintah Allah yang bernama Yehuwa yang kekal dan esa dan memerintah secara teokratis dan di bumi diwakili oleh pemerintahan 'Saksi-Saksi Yehuwa.' Yesus bukanlah Allah melainkan titisan malaikat Mikhael yang adalah ciptaan yang sulung dan kemudian disetarakan dengan Allah (a god). Dengan pimpinan Yesus, Lucifer dengan kerajaan dunianya akan dibinasakan dan Yesus mendirikan kerajaan teokratis di bumi. Yesus diramalkan datang tahun 1914 dan disusul kerajaan 1000 tahun. Pada saat akhir kedatangan Yesus akan terjadi perang Armagedon yang merupakan perang terakhir antara Allah dan Iblis dan organisasi-organisasinya termasuk agama, gereja dan negara.

Dibawah Rutherford yang keluar dari penjara tahun 1919, dalam pertemuan SSY disebutkan bahwa "pemerintah-pemerintah dunia maupun organisasi gereja adalah alat iblis." Mereka yang menolak ajaran Saksi-Saksi Yehuwa akan dimusnakan bersama Iblis dan kerajaan dunianya, dan mereka yang menerima akan memperoleh hak sebagai bagian 144.000 umat pilihan dalam Firdaus yang kekal dan sisanya akan menempati kerajaan teokratis di bumi. Ketika tahun 1914 Yesus tidak datang maka diramalkan kembali tahun-tahun 1918, 1925, dan 1975, tetapi semuanya merupakan nubuatan kosong sehingga kemudian disimpulkan bahwa sebenarnya Yesus sudah datang pada tahun 1914 namun dalam keadaan roh. (Pokok masalah perhitungan mereka adalah dipaksakannya tahun 606/7sM sebagai tahun pembuangan umat Israel, tahun yang tidak ada dasar historisnya, fakta sejarahnya adalah tahun 587/586sM, dan Alkitab dianggap buku teka-teki sejarah).

Roh Kudus hanya dianggap 'kekuatan/tenaga aktif Allah saja' jadi bukan pribadi, dan sekalipun rumus pembaptisan Amanat Agung (Matius 28:19) menyebut tiga nama, namun ditulis dengan nama 'Bapak dan Putra dan rohkudus' (roh dengan huruf kecil). Jadi karena Putra (Yesus) adalah mahluk ciptaan yang sulung (Mikhael) dan rohkudus hanya kekuatan saja maka hanya ada satu Allah tunggal yaitu yang bernama Yehuwa.

SSY sangat anti dengan pengajaran soal 'Allah Tritunggal'
yang dianggapnya berasal dari kepercayaan bangsa-bangsa Babil dan Mesir dan bangsa-bangsa lain yang mempercayai dewa-dewa pada zaman dahulu kala, dan bahwa pencipta pengajaran tritunggal itu adalah Setan (Karena Allah itu Benar Adanya', hlm.105). Untuk menunjang hal ini maka ayat-ayat mengenai 'Yesus yang adalah Tuhan' ditafsirkan bahwa Yesus hanyalah 'suatu'allah seperti ayat Yoh.1:1. .


HIDUP MANUSIA & KESELAMATAN


Bagi SSY, manusia adalah jiwa sebagai gabungan debu tanah dan nafas Allah dan hakekatnya sama dengan binatang pada umumnya. Bila manusia mati, maka jiwa itu mati bersamanya, jadi tidak dipercayai adanya kehidupan yang kekal, kecuali para penganut SSY yang dipilih menjadi bagian Firdaus maupun kerajaan teokratis di bumi. Kematian di dunia adalah dimasukinya status 'tidur rohani' yang menunggu hari penghakiman.

Penebusan Yesus Kristus di kayu salib ditolak oleh SSY. Yesus mati di tiang siksaan dan kemudian mati dan dibangkitkan dalam roh saja. Penebusan darah Yesus ditolak dan manusia untuk menyelamatkan diri harus dicapai dengan amal baik dan dengan menjadi SSY yang menyiarkan ajaran SSY untuk memperoleh status hidup kekal dalam kerajaan teokratis atau akan dimusnahkan.

Ajaran tentang dosa, pertobatan, pengampunan, kasih, dan darah Kristus dalam penebusan dosa seperti yang diajarkan Kristen diabaikan dan diberi pengertian baru sesuai ajaran mereka. Hakekat neraka tidak dipercayai apalagi sebagai siksaan yang kekal. Hanya ada dua pilihan di akhirat, hidup kekal dalam kerajaan teokratis bersama Yehuwa atau dimusnahkan. .


PERJUMPAAN DENGAN SAKSI-SAKSI YEHUWA


Dalam konteks Indonesia yang memasuki alam reformasi dan keterbukaan dan dengan adanya kemajuan media internet, maka interaksi dengan Saksi-Saksi Yehuwa tidak lagi terhindarkan. Pelarangan secara resmi tidak menjamin hilangnya para penganut SSY dan usaha mereka dalam menyiarkan agama itu apalagi setelah sekarang diizinkan kembali beroperasi secara resmi. Karena itu, yang diperlukan bagi umat Kristen adalah kesiapan mereka dalam bersenjatakan senjata-senjata rohani dan mengetahui bagaimana cara-cara para SSY dalam mendekati seseorang.

Biasanya dalam menyiarkan agama mereka di kalangan Kristen, mereka meminta izin masuk ke rumah dan berkenalan dengan pemilik rumah. Kemudian mereka mengajak berdiskusi mengenai masalah dunia dan ajaran Kristen. Awalnya memang mereka mengajak agar dibukakan Alkitab terjemahan Kristen (LAI), kemudian menafsirkan beberapa ayat-ayat tertentu di luar konteks dan yang ditafsirkan menurut terjemahan dan ajaran mereka yaitu ‘Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru’ (NW) dan buku-buku terbitan mereka.

Bila seseorang tertarik, mereka diajak untuk mengikuti 'Persekutuan Wilayah' dan bila makin teruji kesetiannya, mereka diajak bergabung dalam 'Balai Kerajaan'. Disini dengan pertemuan-pertemuan marathon beberapa kali seminggu, mereka dipersiapkan sebagai Saksi-Saksi Yehuwa yang dewasa dan siap untuk mendidik orang lain pula. Mereka juga dilatih untuk mengajarkan ajaran SSY kepada orang lain. Dapat dimaklumi mengapa para SSY bersikap militan yaitu karena diberi peran yang besar sesuai dengan harga diri masing-masing. Bila dalam Balai Kerajaan mereka sudah teruji kesetiaannya barulah mereka dibaptis dengan cara diselam dan pada taraf ini mereka sudah sukar bisa diubah pandangan imannya. Perjamuan Suci tidak diberlakukan sebagai sakramen persekutuan iman tetapi dirayakan setahun sekali sekedar sebagai peringatan kematian Yesus. Kebangkitan Yesus dalam daging tidak dipercaya mereka.

Para SSY yang datang kerumah-rumah adalah mereka yang terdidik secara disiplin dan dibekali kemampuan berdebat yang luar biasa, karena itu biasanya umat Kristen (apalagi yang awam) akan sangat sukar melayani, dan bila mereka tidak mampu melayani perdebatan itu kemungkinan terbuka akan tertarik ajaran tersebut. Karena SSY dilatih begitu intensip maka dalam berdiskusi mereka sudah biasa menghadapi pertanyaan dan menguasai materi pembicaraan, karena itu umat Kristen harus berhati-hati untuk masuk dalam percakapan dengan mereka, apalagi bila anggota SSY yang datang kalah dalam berdiskusi, biasanya anggota yang lain yang lebih matang dan senior akan datang sampai lawan bicaranya kalah.

Cara yang terbaik yang dapat dilakukan oleh umat Kristen adalah membekali diri dengan senjata-senjata rohani yang diperlukan (Efs.6:10-20) seperti Iman, Firman yang adalah pedang Roh, kebenaran, keadilan, doa & berjaga-jaga, dan kesediaan memberitakan Injil. Sekalipun demikian bila belum benar-benar menguasai firman Tuhan ada baiknya menghindari perdebatan dengan SSY. Justru karena menghadapi serangan yang gencar seharusnya umat Kristen terus dengar-dengaran akan firman Tuhan dan belajar untuk mengerti firman Tuhan dengan mendalam sehingga ia dapat menangkis panah-panah api yang diarahkan kepadanya.


ALIRAN KULTUS (CULT)


Saksi Yehuwa hanyalah salah satu aliran 'kultus' (cult) yang bekerja di sekitar kekristenan, tetapi kita harus sadar bahwa dalam era reformasi dan keterbukaaan yang didukung oleh kebebasan internet, maka umat Kristen akan berhadapan dengan begitu banyak aliran kultus yang baru yang ada yang ringan tetapi ada juga yang berat bahkan membius. Karena itu tidak ada cara lain dari umat Kristen yang harus ditempuh kecuali hidup sebagai anak Tuhan yang taat akan firman Tuhan, rajin berbakti dan bersekutu, dan rajin berdoa sambil berjaga, dengan sikap demikian diharapkan ajaran-ajaran kultus tidak sampai mempengaruhi iman kita yang mula-mula.

Aliran-aliran kultus diawal abad ke-XXI ini sangat bervariasi, ada yang ringan yang ingin memurnikan ajaran Kristen dan makin mendekati kekristenan Alkitabiah (Advent), ada yang fanatik (Mormon & Saksi Yehuwa), dan bahkan ada yang rela mati bersama-sama mengikuti pimpinan mereka (Jim Jones & Kenisah Matahari), berani berperang (David Koresj), bahkan berani membunuh orang-orang secara massal demi keyakinan mereka akan Armagedon (Aum Shrinkiyo). Beberapa ciri aliran kultus (cult) yang perlu diwaspadai adalah sebagai berikut:

1. Aliran kultus berkisar pada ajaran tokoh-tokoh yang dikultuskan yang dianggap sebagai nabi atau messias, dan biasanya ucapan dan perilakunya diikuti oleh para pengikutnya dengan fanatik tanpa reserve menggantikan peran Yesus Kristus. (SSY mengkultuskan Charles Taze Russel dan tulisannya ‘Studies in the Scriptures);

2. Aliran kultus biasanya bersikap eksklusif, bahwa merekalah umat pilihan yang benar dan semua agama terutama Kristen adalah sesat. Karena itu mereka mengecam gereja-gereja yang resmi yang disebut 'Susunan Kristen.' Dalam hal SSY merekalah yang dianggap termasuk kerajaan Theokratis;

3. Adanya semangat akan Akhir Zaman yang luar biasa, dan seperti SSY sekalipun jelas ramalan-ramalan para tokohnya selalu terbukti keliru, fanatisme itu tetap eksis;

4. Biasanya aliran kultus memiliki 'Kitab' suci ucapan dan tulisan para tokohnya yang dianggap lebih berotoritas daripada Alkitab Kristen. SSY memiliki ‘Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru’ dan ‘buku karya Charles Taze Russel (Setelah Russel meninggal diselesaikan Rutheford) berjudul ‘Studies in the Scriptures.’;

5. Jalan Keselamatan dalam Kristus di tolak dan biasanya ditambah-tambahi dengan 'taurat baru' apakah itu dalam bentuk memelihara hari Sabat, vegetarian, hukum Taurat, amal baik, atau dalam kasus SSY menjadi penyiar agama SSY;

6. Tetapi, ada satu hal menarik yang tidak bersifat prinsip tetapi efektif adalah 'peran kaum awam yang aktif' dalam ikut serta menyiarkan keyakinan mereka. SSY melakukan kunjungan ke rumah-rumah penduduk;

7. Dan, tidak dapat disangkal bahwa aliran-aliran kultus sangat menekankan pelayanan melalui literatur, yaitu traktat-traktat, buku, majalah maupun brosur-brosur dan disamping itu mereka gencar melakukan siar agama melalui internet. SSY paling menonjol dalam hal ini.


Dikeluarkannya SK pencabutan larangan akan beroperasinya aliran Saksi Yehuwa tentu tidak perlu dikuatirkan oleh umat Kristen karena itu sejalan dengan demokrasi yang dijalankan pemerintahan Gus Dur, namun pencabutan SK itu jelas akan berdampak makin bebasnya mereka mengunjungi rumah-rumah semua orang dari agama apapun karena memang misi mereka demikian, namun dibalik itu masyarakat Indonesia menjadi tahu secara terbuka bahwa kalau selama ini mereka yang sering keluar-masuk rumah penduduk dijadikan stigma sebagai 'misi penginjilan Kristen' sekarang dengan terang masyarakat akan tahu bahwa itu adalah para 'Saksi-Saksi Yehuwa', yang juga mendatangi rumah umat Kristen sekalipun mereka mengaku sebagai 'Kristen' juga. Dalam buku doktrin mereka disebutkan:

"Sekarang ini mereka gemar akan melakukan kewajiban yang diletakkan di atas pundak tiap-tiap orang Kristen sejati, yaitu menyiarkan kabar kesukaan mengenai kerajaan Allah. Dengan segala suka hati mereka pergi, dari rumah ke rumah, di jalan-jalan besar, dan di tempat-tempat pertemuan umum memberitakan jalan Allah menuju ke arah hidup kepada umat Katolik, Protestan, Yahudi dan orang-orang penganut kepercayaan agama lain, atau yang tak beragama sama sekali" (Karena Allah Itu Benar Adanya, hlm.257-25.


CARA MENGHADAPI SAKSI-SAKSI YEHUWA


Mereka yang belum paham betul akan isi Alkitab sebaiknya menghindari perdebatan dengan SSY, sebab mereka sudah begitu terlatih untuk menghadapi lawan bicara mereka, apalagi kalau mereka kalah, maka rekan mereka yang lebih senior akan datang.

Setidaknya bila kedatangan mereka tidak terhindarkan dan baru diketahui setelah masuk ke rumah, kita dapat mengajak mereka berdoa dengan berdoa dalam 'Nama Tuhan Yesus Kristus', biasanya mereka tidak akan merasa bahagia dan menolak bila menyebut Yesus sebagai Tuhan, dan mengajak mereka untuk hadir di sa;lah satu gereja Kristen.

Biasanya SSY akan memulai dengan Alkitab Kristen (LAI) kemudian mengadu ayat-ayat yang terlihat bertentangan dan kemudian mengajak membaca Alkitab 'Terjemahan Dunia Baru' yang sebenarnya bukan terjemahan melainkan penafsiran dengan apendiks dan ayat-ayat referensi pengajaran mereka. Bila terpaksa membahas ayat Alkitab tertentu usahakan agar pembacaan itu membaca konteks selengkapnya dan tidak hanya menafsirkan secara tekstual dan harfiah saja.

Sebaiknya kemudian menghindari pembicaraan atau perdebatan dengan mereka, sebab kelemahan yang merupakan kebiasaan SSY adalah bahwa bila mereka tidak dapat menjawab argumentasi mereka, maka mereka akan meninggalkan topik pembicaraan demikian dan pindah ke topik lain dimana mereka lebih menguasai. Demikian seterusnya.

Bagaimanapun senjata rohani paling penting kembali adalah Iman, Doa dan Firman agar kita dapat menghindarkan panah api si jahat. (Efs.6:10-20). Dan, urapan Roh Kudus yang adalah pribadi Allah perlu mengiringi umat Kristen.

Semoga beberapa catatan ini bisa dijadikan bekal dalam perjumpaan kita dengan aliran-aliran kultus khususnya Saksi-Saksi Yehuwa yang akhir-akhir ini dengan rajin menyiarkan keyakinan mereka kepada masyarakat umum khususnya umat Kristen di Indonesia.

Amin!


oleh:

herlianto




*) Makalah ini disampaikan pada Ceramah di Gereja GEPEMBRI, Bandung, pada tanggal 21 Juli 2003.
Penulis adalah ketua YABINA ministry di Bandung, dan mengajar matakuliah Gereja dan Ajaran Sesat, di STT-Bandung.

Alamat Baru SarapanPagi :

Quote    Reply   

#1 [url]

Nov 17 05 11:42 AM

SAKSI-SAKSI YEHUWA & ALKITAB

SAKSI-SAKSI YEHUWA & ALKITAB



1. SAKSI-SAKSI YEHUWA


Pada bulan Juni 2001, Marzuki Darusman, Jaksa Agung RI kala itu di bawah pemerintahan mantan presiden Abdurachman Wahid, mengeluarkan Surat Keputusan tentang Pencabutan pelarangan beroperasinya aliran/ajaran Saksi-Saksi Yehuwa. Bagaimanakah sikap yang seharusnya diambil oleh umat Kristen di Indonesia dengan adanya pencabutan SK pelarangan itu?


SAKSI-SAKSI YEHUWA (SSY) yang dahulu menggunakan nama Saksi-Saksi Jehova (nama yang diterjemahkan dari bahasa Inggris Jehovah Witnesses) sudah agak lama masuk ke Indonesia.

Perjumpaan dengan SSY sudah terjadi sedini tahun 1960 ketika penulis masuk ke ITB dan menjumpai teman mahasiswa yang mengaku sebagai SSY. Di tahun 1965 ketika KKN di sebuah biro arsitek dijumpai teman kerja yang menjadi anggota SSY pula. Ini berarti bahwa kegiatan SSY sudah jauh terjadi sebelum tahun 1960.

Pada bulan Juli 1964 SSY didaftarkan pada Departemen Kehakiman dengan nama ‘Siswa-Siswa Alkitab’ dan mengaku sebagai aliran Kristen dan pada bulan Mei 1968 keberadaan aliran ini diterima secara resmi dengan Surat Keputusan Departemen Agama yang ditandatangani oleh K.H.M. Dachlan sebagai Menteri Agama, dan diperkenankan beroperasi secara bebas di Indonesia.


PELARANGAN


Keberadaan SSY sekalipun diterima secara resmi ternyata menimbulkan masalah dalam hubungannya dengan agama-agama, terutama agama Kristen, karena aliran ini mempraktekkan penginjilan yang aggresif mendatangi rumah-rumah penduduk yang sudah beragama bahkan yang sudah menjadi anggota gereja Kristen tertentu.

Kenyataan di atas ditanggapi oleh Jaksa Agung Ali Said S.H. yang mencabut pengakuan pemerintah di atas delapan tahun kemudian, tepatnya tanggal 7 Desember 1976 dengan Surat keputusan nomor KEP-129/JA/12/12/1976, dan melarang perkumpulan Siswa-Siswa Alkitab atau SSY.

Sekalipun secara terbuka telah dilarang, faktanya SSY tetap beroperasi secara diam-diam, bahkan pada tahun 1996 membangun gedung pertemuan dan kantor pusat sekaligus percetakan dan penerbitan sendiri di Indonesia.


PENCABUTAN LARANGAN


Pada pemerintahan presiden Abdurachman Wahid yang bercorak demokratis dan sangat menojolkan kebebasan mengeluarkan pendapat, pers yang dulu mudah di larang terbit sekarang dibebaskan dan kebijakan ini berdampak pula dengan pencabutan larangan atas SSY. Era keterbukaan dan kebebasan di Era Gus Dur ini dimanfaatkan oleh SSY untuk mengajukan kembali beroperasinya aliran ini secara bebas di Indonesia, usaha ini membawa hasil.

Pada tanggal 1 Juni 2001, Marzuki Darusman, Jaksa Agung RI kala itu mengeluarkan Surat Keputusan nomor: KEP.255/A/JA/ 06/2001 tanggal 1 Juni 2001, tentang Pencabutan S.K. Pelarangan aliran/ajaran Saksi-saksi Yehova.

Bagaimanakah sikap yang sebaiknya diambil oleh umat Kristen di Indonesia dengan adanya pencabutan SK pelarangan itu mengingat keberadaan aliran ini sedikit banyak akan mempengaruhi kerukunan umat beragama yang sudah terjalin selama ini?


SIKAP KITA


Menghadapi pencabutan larangan demikian, tentu sebagai umat Kristen kita tidak perlu bersikap menolak karena Tuhan Yesus sendiri melarang mencabut lalang yang tumbuh di ladang gandum, apalagi di Amerika Serikat sendiri dimana SSY dilahirkan, umat Kristen di Amerika Serikat sekalipun tidak menyetujui ajaran SSY tidak melarang kegiatan mereka.

Namun, umat Kristen juga tidak dapat menutup mata terhadap kegiatan SSY yang dalam hubungan dengan kekristenan memiliki sikap berikut:

• SSY menganggap umat Kristen termasuk di Indonesia sebagai tidak sesuai dengan ajaran ‘Kristen’ yang benar;
• Alkitab Kristen salah terjemahannya dan sudah dipalsukan oleh tradisi gereja;
• Berdasarkan dua butir terdahulu maka SSY merasa terpanggil oleh untuk meluruskan kebenaran Yehuwa dengan cara mendatangi rumah-rumah umat Kristen.

YBA telah lama membahas SSY dalam MSA-22 dengan judul ‘Saksi Yehuwa’ (1990) yang kemudian dijadikan buku dengan judul ‘Saksi-Saksi Yehuwa, siapa dan bagaimana mereka? (Kalam Hidup, 1993), maka menanggapi kehadiran kembali secara resmi SSY di tengah-tengah kita, MSA-62 diterbitkan yang khusus membahas ajaran SSY tentang Alkitab, yang dapat digunakan sebagai salah satu bahan dasar melengkapi umat Kristen bila berhadapan dengan SSY.



2. KITAB SUCI TERJEMAHAN DUNIA BARU


Berdiskusi dengan pihak Saksi-Saksi Yehuwa, kita akan berhubungan dengan pengajaran mereka yang dalam banyak segi bertentangan dengan pengajaran Kristen pada umumnya, karena itu cara terbaik adalah dengan melihat dasar berpijak yang dipakai, yaitu Alkitab/Kitab Suci, dengan keterbukaan untuk melihat sampai dimana kesamaannya dan sampai dimana ketidak samaannya.


BILA kita berbicara dengan SSY, selain jawaban bahwa mereka juga mengaku sebagai ‘Kristen’, SSY juga mengaku bahwa mereka percaya akan Alkitab kanon 66 kitab seperti yang dipercaya oleh mayoritas umat Kristen di seluruh dunia.

SSY juga mempercayai bahwa Alkitab adalah Firman Allah, dan dijadikan dasar pengajaran SSY.

Namun, sekalipun mereka mempercayai Alkitab Kristen sebagai Firman Allah, dan pada awal gerakan mereka SSY juga menggunakan Alkitab Kristen, kemudian dapat dilihat bahwa mereka menolak Alkitab terjemahan Kristen seperti adanya karena dianggap sudah salah terjemahannya.

Adanya keyakinan yang ambivalen SSY menerbitkan sendiri Alkitab versi SSY yang dinamakan The New World Translation of the Holy Scripture (NW) atau Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru (NW)


KITAB SUCI FIRMAN ALLAH ATAU AJARAN MANUSIA?


Memang SSY menjadikan Kitab Suci (NW/TDB) menjadi buku utama (lihat a.l. terbitan SSY, 'ALKITAB, Firman dari Allah atau dari Manusia?', 1990), namun kita akan melihat bahwa sebenarnya yang dimaksudkan dengan 'Kitab Suci' (NW/TDB) itu sarat mengandung ajaran Watchtower dan 'Studies in the Sciptures' karya Russel dan Rutherford yang sudah dikemas dalam referensi maupun apendiks Kitab Suci tersebut di samping otoritas buku-buku pengajaran yang mereka terbitkan.

Dari sumber SSY sendiri kita dapat melihat beberapa fakta seperti berikut (lihat buku terbitan SSY berjudul 'Segenap Alkitab Diilhamkan Allah dan Bermanfaat', 1991 yang diterbitkan oleh Watch Tower Bible & Tract Society, organ penerbitan resmi SSY).

"Pada mulanya Alkitab dibeli dari lembaga-lembaga Alkitab lainnya untuk disiarkan lagi oleh Saksi-Saksi Yehuwa ... King James Version digunakan sebagai salinan dasar bagi pengajaran Alkitab mereka” (h.321)

Dari kutipan ini kita mengerti bahwa memang pada awalnya SSY menggunakan Alkitab Kristen yang umum, namun perkembangan pemikiran dan keyakinan pendirinya yaitu Charles Taze Russel, menyebabkan banyak bagian Alkitab Kristen itu kemudian tidak dipercaya.

live">"Saksi-Saksi Yehuwa mengakui bahwa mereka berhutang budi kepada semua terjemahan Alkitab yang begitu banyak yang telah mereka gunakan dalam mempelajari kebenaran dari Firman Allah. Namun, semua terjemahan ini, bahkan yang paling akhir, mempunyai kekurangan-kekurangan. Ada ungkapan-ungkapan yang tidak konsisten atau tidak memuaskan, yang dicemari dengan tradisi-tradisi sekte atau filsafat-filsafat dunia dan karena itu tidak selaras benar dengan kebenaran-kebenaran suci yang telah Yehuwa catat dalam firmanNya.” (h.324)

Keraguraguan atas Alkitab ini menyebabkan SSY merasa perlu untuk membuat sistem referensi dan apendiks yang berisi pengajaran yang telah dikembangkan, jadi Alkitab sekalipun merupakan terjemahan Kristen namun sudah dilengkapi dalam buku yang sama dengan pengajaran/doktrin SSY yaitu buku pengajaran ‘Studies in the Scripture’ (Penyelididkan Alkitab) karya Russel (6 jilid) dan setelah ia meninggal jilid ke-7 diselesaikan oleh Rutherford.

Pentingnya buku ini dapat dilihat dari berita majalah resmi Watchtower sebagai berikut:

live">"Orang yang hanya membaca kitab-kitab 'Penyelidikan Alkitab' dan tidak membaca satu halaman pun dari Alkitab sendiri akan tetap hidup dalam Terang selama 2 tahun, tetapi orang yang membaca kitab-kitab 'Penyelidikan Alkitab' selama 10 tahun dan mengira bahwa ia sekarang dapat membaca Alkitab tanpa buku 'Penyelidikan Alkitab', akan hidup dalam kegelapan sesudah 2 tahun." (Watchtower, 15 September 1910).

Pergeseran otoritas Alkitab kepada otoritas tulisan manusia telah terjadi dan kemudian terjadi pergeseran lebih lanjut.

live"> “Pada tahun 1907 Lembaga Menara Pengawal menerbitkan Alkitab "Edisi Siswa-Siswa Alkitab." Buku ini berisi Alkitab King James Version dengan cetakan yang jelas dan memuat catatan pinggir yang baik sekali, serta apendiks berharga yang disusun oleh Saksi-Saksi Yehuwa. Apendiks itu, yang kemudian diperluas menjadi lebih dari 550 halaman, disebut "Pedoman Guru Alkitab Berea," dan juga diterbitkan dalam bentuk buku yang terpisah. Ini berisi keterangan singkat mengenai banyak ayat Alkitab, dengan menunjuk kepada majalah Watchtower dan buku-buku pelajaran dari Lembaga, dan ringkasan topik-topik yang bersifat doktrin dengan ayat-ayat kunci untuk memudahkan penyampaiannya kepada orang lain.” (h.323).

Keragu-raguan itu kemudian berkembang dengan berpaling kepada bentuk penerjemahan ‘kata-per-kata’ (linear) yaitu menerjemahkan setiap kata bahasa asli Alkitab dengan bahasa Inggeris di bawahnya, kemudian menyatukan terjemahan kata-per-kata itu hingga merupakan kalimat baru yang disesuaikan dengan pengajaran/ doktrin yang dikembangkan oleh para petinggi SSY.


THE EMPHATIC DIAGLOTT


Proses dimulainya pergeseran lebih lanjut dari terjemahan Alkitab Kristen adalah sebagai berikut:

live"> “Pada tahun 1901 pengaturan dibuat untuk mencetak secara khusus Holmar Linear Bible, yang memuat catatan pinggir yang merupakan penjelasan dari publikasi-publikasi Lembaga Menara Pengawal dari tahun 1895 sampai tahun 1901. ... Pada tahun 1902 Lembaga Menara Pengawal menjadi pemilik hak cipta, penerbit tunggal, dan penyalur The Emphatic Diaglott. ... pada bulan Desember 1926, Alkitab The Emphatic Diaglott menjadi terjemahan Alkitab pertama yang dicetak oleh mesin cetak Lembaga sendiri di Brooklyn, New York." (h.323)

The Emphatic Diaglott adalah karya Benyamin Wilson tokoh Christadelphian yang mempercayai ajaran yang beberapa diantaranya dianut Charles Taze Russel. Christadelphian dirintis John Thomas dari Inggeris yang berimigrasi ke Amerika pada tahun 1832. Mereka:

live"> “Tidak mengakui ajaran Tritunggal, yang ada hanya satu Allah saja. Yesus dipercaya bukan sebagai Anak Allah, tetapi sebagai manifestasi Roh Allah dalam diri manusia. Kristus baru ada setelah Yesus lahir, dan Yesus tidak dipercaya sebagai Tuhan. Roh Kudus hanya dipercaya sebagai alat kuasa yang keluar dari Allah Bapa. Iblis tidak berpribadi; ia hanya dianggap sebagai personifikasi dosa kedagingan. Kematian Yesus hanya merupakan ekspresi kasih Allah yang perlu dalam penebusan dosa; penebusan Yesus untuk menebus dosa manusia tidak dipercaya.”

Pergeseran dari terjemahan Alkitab yang mengikuti kaidah bahasa terjadi dengan diterimanya terjemahan kata-per-kata Holmar Linear Bible dan The Emphatic Diaglott, maka langkah menuju Alkitab SSY yang memasukkan ajaran mereka sudah terbuka dan siap berkembang lebih lanjut.


THE NEW WORLD TRANSLATION


Setelah bergeser dari terjemahan tradisional atas Alkitab Kristen dilengkapi buku Penyelidikan Alkitab yang kemudian ajaran-ajarannya dimasukkan sebagai referensi dan apendiks, maka lengkaplah persiapan untuk membuat suatu versi Alkitab SSY yang mencakup semua usaha-usaha pergeseran yang telah dilakukan dengan diterbitkannya Kitab Suci ‘The New World Translation of the Holy Scriptures’ (NW).

live"> “Pada tahun 1950 ... Saksi-Saksi Yehuwa dengan sukacita menyambut diperkenalkannya New World Translation of the Christian Greek Scriptures. ... Panitia itu kemudian mulai melaksanakan pekerjaan besar yaitu menerjemahkan Kitab-Kitab Ibrani. Terjemahan ini muncul dalam lima jilid tambahan, diedarkan berurutan dari tahun 1953-1960. ... Suatu sistem referensi yang berantai juga terdapat di dalamnya. Rantai kata-kata doktrin yang penting ini dirancang untuk mengarahkan siswa kepada serangkaian ayat kunci mengenai pokok-pokok ini. ... Dalam musim panas tahun 1961 ... New World Translation of the Holy Scripture yang lengkap dalam satu jilid ringkas diperkenalkan untuk disiarkan." (hlm.324-325).

The New World Translation of the Holy Scriptures yang lengkap (PL+PB) diterbitkan tahun 1961 adalah revisi pertama dari edisi sebelumnya dan setelah direvisi keduakali pada tahun 1970, direvisi kembali pada tahun 1971, dan akhirnya direvisi secara menyeluruh menjadi edisi yang diterbitkan pada tahun 1984.

live"> “Edisi yang baru ini bukan sekedar perhatian dari hasil terjemahan yang telah direvisi sebelumnya, tetapi telah diperluas sehingga mencakup penyesuaian dan revisi menyeluruh terhadap referensi pinggir (silang) yang sebelumnya telah disajikan dalam bahasa Inggeris pada tahun 1950 sampai 1960.” (KS-TDB,1999,h.5)

Dari sejarah ini kita melihat bahwa memang semula SSY menggunakan Alkitab KJV sebagai yang utama (dengan Yoh.1:1 menyebut 'The Word was God'), namun perkembangan keyakinan C.T. Russel yang dituliskan dalam 'Studies in the Scriptures' (Penyelidikan Alkitab) kemudian menjadi dasar yang utama sehingga dijadikan tambahan-tambahan yang dimasukkan ke dalam Alkitab dalam bentuk catatan-catatan pinggir dan apendiks. Ini kemudian berujung dengan diterbitkan Kitab Suci versi SSY yang sudah mengandung ajaran SSY dengan referensi dan apendiks (dengan Yoh.1:1 menyebut 'The Word was a god'). Dalam edisi 1984 NW, ada lebih dari 125.000 referensi silang.

Kitab PB Terjemahan Dunia Baru dalam bahasa Indonesia diterjemahkan dari ‘The New World Translation of Christian Greek Scriptures’ yaitu terjemahan bahasa Inggeris yang sudah diolah dan mengandung ajaran SSY. Terjemahan ini disebut ‘Kitab-Kitab Yunani Kristen Terjemahan Dunia Baru’ terbit tahun 1994.

Versi lengkap NW (PL+PB) dalam bahasa Inggeris The New World Translation of the Holy Scriptures (1984) diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan pada tahun 1999 dengan nama Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru. Jadi tidak langsung diterjemahkan dari naskah dalam bahasa aslinya.


EXEGESE ATAU EISEGESE?


Jadi, semula SY menggali ajaran langsung dari Alkitab (exegese) namun perkembangan pemikiran tokoh-tokohnya (Studies in the Scripture, majalah Watchtower dll.) kemudian menolak banyak ajaran Alkitab dan setelah mendapat pembenaran dari terjemahan kata-per-kata (Emphatic Diaglott) menerbitkan ajaran sendiri yang dimasukkan sebagai catatan pinggir dan appendiks.

Proses berlanjut dan kemudian ajaran-ajaran itu dimasukkan juga ke dalam proses terjemahan Alkitab (eisegese).

Proses eisegese ini diperkuat dengan dianutnya terjemahan-terjemahan kata-per-kata (Linear dan Emphatic Diaglott) yang kemudian ditafsirkan sesuai doktrin SY yang berkembang. Jadi, Alkitab Terjemahan Dunia Baru (TDB/ NW) bukan lagi merupakan terjemahan melainkan merupakan penafsiran (paraphrase) berdasarkan doktrin SY, bahkan setiap pembaca dituntun sedemikian rupa untuk mengerti Alkitab TDB (NW) ini melalui suatu 'sistem referensi' dan 'appendiks' yang mengajarkan doktrin SY di samping terbitan Watchtower lainnya yang menjadi buku pegangan.

Maka dapatlah dimengerti hasilnya adalah a.l. ayat-ayat seperti Yohanes 1:1 (Firman adalah 'suatu' allah), 'Tuhan' yang dikaitkan dengan Yesus yang diterjemahkan 'Tuan' dan ungkapan banyak doktrin SY sendiri terutama untuk menyangkal ke-'Allah'an Yesus, sesuatu yang selalu dikritik SY telah terjadi dalam proses penerjemahan Alkitab Kristen.

Karena itu, sekalipun mereka menjadikan Kitab Suci (TDB/NW) sebagai yang utama, Kitab Suci itu dalam kenyataannya adalah pelajaran doktrin SY yang banyak isinya sudah direkayasa sedemikian rupa sehingga isinya berbeda dengan Alkitab Kristen.


KITAB SUCI TERJEMAHAN DUNIA BARU TIDAK SAMA DENGAN ALKITAB KRISTEN


Bila kita berjumpa dengan SSY, sebagai jalan pembuka, mereka biasa mengatakan bahwa Alkitab Kristen (LAI) sama dengan Alkitab SSY (NW/TDB), kecuali 7000 kata 'Yehuwa' yang telah dipulihkan sesuai naskah aslinya dalam bahasa asli Alkitab.

Dari pembahasan sebelum ini kita sudah melihat bahwa Alkitab Kristen (LAI) tidak sama dengan Alkitab SY (TDB/NW). Yang pertama berusaha mencari terjemahan teks bahasa asli yang paling tepat, dan Alkitab terbuka untuk dipelajari oleh setiap umat Kristen secara langsung (exegese). Yang kedua sudah mengandung 'doktrin' SSY, baik melalui sistem terjemahan kata-per-kata maupun melalui sistem referensi dan apendiks (eisegese).

Beberapa contoh nyata kenyataan adanya proses ‘eisegese’ (memasukkan pengajaran dalam proses penerjemahan) dapat dilihat pada fakta-fakta berikut:

Penggunaan nama Yehuwa (bhs. Ibrani) ke dalam Perjanjian Baru yang naskah aslinya dalam bahasa Yunani;
Terjemahan Yoh.1:1 mengeai perubahan ‘Firman itu adalah Allah’ menjadi ‘Firman itu adalah suatu Allah’ yang tidak sesuai kaidah bahasa;
Pengubahan terjemahan ‘Tuhan’ sebagai sebutan untuk Yesus dengan istilah ‘Tuan’ yang lebih lemah;
Beberapa contoh ayat yang telah diubah maknanya melalui terjemahan kata-per-kata; Terjemahan Dunia Baru bahasa Indonesia bukan terjemahan naskah asli bahasa Ibrani & Yunani, tapi terjemahan bahasa Inggeris NW.


Alkitab Kristen terus terbuka terhadap penerjemahan teks bahasa asli yang paling tepat dan umat didorong membaca dan menggali sendiri pengertian ajaran langsung dari Alkitab itu.

Teks Terjemahan Baru dari Lembaga Alkitab Indonesia (LAI-TB) diterima oleh Konperensi Waligereja Indonesia (Katolik), demikian juga aliran Baptis, Advent, Pentakosta, Kristen Protestan, semua menggunakan Alkitab yang sama. Adanya ayat-ayat pada catatan-kaki dalam Alkitab LAI bukanlah referensi untuk mengarahkan kepada ajaran tertentu, tetapi hanya menunjukkan adanya ayat-ayat paralel di bagian lain.

Perlu disadari bahwa Lembaga Alkitab Indonesia adalah anggota Lembaga Alkitab Sedunia yang memiliki ahli-ahli teologia, bahasa, antropologi dll. yang menjadi anggota tim penerjemah. Mereka diutus oleh banyak aliran gereja Kristen. Sekalipun demikian, setiap Lembaga Alkitab Nasional dalam menerjemahkan Alkitab ke bahasa setempat menggunakan naskah asli bahasa Ibrani (PL) dan Yunani (PB).




3. NAMA YEHUWA DALAM PERJANJIAN BARU?


Contoh pertama yang menunjukkan bahwa ‘Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru’ (KS-TDB) lebih merupakan buku tafsiran yang sudah diisi pengajaran/doktrin SaksiSaksi Yehuwa (SSY) adalah soal nama ‘Yehuwa’ dalam Perjanjian Baru.


SEKALIPUN SSY semula menyebut diri mereka sebagai 'Siswa-siswa Alkitab' dan penggunaan nama 'SaksiSaksi Yehuwa' baru diresmikan pada tahun 1931, nama Yehuwa kemudian dianggap sebagai nama Tuhan satu-satunya Tuhan yang Esa, karena itu tidak boleh diterjemahkan dan penerjemahan dianggap sebagai penghinaan.

“Penghinaan terbesar yang dilakukan oleh para penerjemah modern terhadap Pengarang Ilahi Kitab Suci adalah penyingkiran atau penyembunyian nama pribadinya yang unik.” (KS-TDB, Apendiks 1, h.2024)

Nama Yehuwa kemudian digunakan dalam terjemahan The New World Translation (NW) dalam bahasa Inggeris sebagai Jehovah, dan dalam bahasa Indonesia pada Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru (KS-TDB) diterjemahkan sebagai Yehuwae. (Dalam Perjanjian Lama, Alkitab yang diterjemahkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia – Terjemahan Baru (LAI-TB) menerjemahkan YHWH sebagai TUHAN (semua huruf besar) untuk membedakan dengan Tuhan sebagai terjemahan Adonai).


PERJANJIAN LAMA


Disebutkan pula bahwa dalam naskah Perjanjian Lama dalam bahasa Ibrani maupun Yunani (Septuaginta) sebenarnya nama Yehuwa tidak pernah diterjemahkan.

“”Yehuwa” (Ibr. YHWH), nama pribadi Allah, pertama kali muncul di Kej.2:4. ... Sesungguhnya dalam teks Ibrani namanya muncul 6.828 kali dalam bentuk YHWH (atau YHVH), yang secara umum disebut Tetragramaton (secara harfiah berarti “mengandung empat huruf”). Dengan menggunakan nama “Yehuwa”, kami telah berpaut erat pada teks bahasa asli dan tidak mengikuti kebiasaan yang menggunakan gelar-gelar pengganti seperti “Tuan”, “sang Tuan”, “Adonai”, atau “Allah” bagi nama ilahi, yaitu Tetragramaton. ... Tetragramaton dalam abjad Ibrani digunakan di teks Ibrani maupun di Septuaginta Yunani. (KS-TDB, Apendiks 1, h.2024)

Disebutkan pula bahwa Yesus juga membaca nama YHWH ketika membaca kitab Yesaya.

“Dalam sinagoga di Nazaret, ketika Yesus bangkit dan menerima kitab Yesaya serta membaca pasal 61:1,2 yang mencantumkan Tetragramaton, ia mengucapkan nama ilahi.” (KS-TDB, Apendiks 1, h.2025)

Argumentasi-argumentsi yang dikemukakan di atas sekalipun dianggap meyakinkan, sebenarnya tidak sesuai dengan sejarah.

Pendapat SY yang mengatakan bahwa nama Yehuwa adalah nama pribadi Allah satu-satunya dan pertama kali muncul di Kejadian 2:4 tidak sesuai fakta sejarah, sebab hal itu didasarkan versi kanon Ibrani Massoret yang umum dipakai yang sudah mengalami evolusi redaksional, padahal menurut penelitian sejarah, nama Allah semula adalah 'El' (yang menjadi Allah dalam bahasa Arab) atau variasinya Elohim dan Eloah.

Sebenarnya nama Yehuwa baru diperkenalkan kepada Musa di padang gurun, sebab sebelumnya nama yang dipakai adalah ‘El Shaddai’.

“Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: “Akulah TUHAN. Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi dengan namaKu TUHAN Aku belum menyatakan diri.” (Kel.6:1-2, LAI-TB menerjemahkan YHWH dengan TUHAN).

Dari terang sejarah penyalinan Alkitab, kita mengetahui bahwa semula sebelum menyatakan diri dengan nama YHWH kepada Musa, Tuhan menyatakan diri dengan nama ‘El’ atau di sini disebut ‘El Shaddai’.

Namun sejalan dengan makin dipentingkannya nama YHWH sebagai nama satu-satunya, kemudian dalam proses penyalinan naskah, nama YHWH juga digunakan sebelumnya pada masa Enos (Kej.4:26) untuk menunjukkan bahwa YHWH juga Tuhan umat manusia (Enos artinya manusia). Kemudian nama itu juga dikaitkan sebagai nama Tuhan atas semua ciptaan (Kej.2:4).

Sekalipun nama YHWH sudah diperkenalkanpun dalam kitab para Nabi seperti Yesaya dan pada masa Pembuangan ke Babel, nama 'El' juga masih sering dipakai sebagai sinonim bahkan pengganti YHWH. Bandingkanlah ungkapan 'Yahwe Elohe Yisrael' (Kel.32:27;Yos.8:30) dengan 'El Elohe Yisrael' (Kej.33:20;46:3), yang artinya: 'Allahnya Israel adalah Yahweh/El.


YESAYA 61:1-2

Apakah benar bahwa pada waktu di Sinagoge Yesus membaca Yes.61:1-2, Yesus membaca nama YHWH?

Ketika itu, Yesus MEMANG membaca kitab Yesaya dari teks Septuaginta dalam bahasa Yunani yang tidak memuat satupun nama YHWH dalam bahasa Ibrani. Ini dapat dilihat dari fragmen-fragmen naskah Septuaginta (LXX) yang selama ini ditemukan.

Dalam uraiannya atas ayat-ayat Luk.4:18-19 dimana Yesus disebutkan membaca kitab Yesaya 61:1-2 di sebuah sinagoga di kota Nazaret itu, Walter Russel Bowie menulis:

“bagian terbesar kutipan ini berasal dari teks Yes.61:1-2 dari LXX. Merawat orang-orang yang remuk hati, adalah bagian dari sumber peninggalan naaskah Lukas yang terbaik, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas berasal dari teks LXX dari Yes.58:6.” (The Interpreters Bible, Vol.8,h.90-91).

Tetapi, bukankah menurut penelitian SSY, Septuaginta memuat nama YHWH tanpa menerjemahkannya?


NAMA YHWH DALAM SEPTUAGINTA?


Fanatisme nama YHWH bisa dilihat dalam klaim SY yang menganggap bahwa nama YHWH dalam Septuaginta (LXX, terjemahan PL Ibrani ke bahasa Yunani) juga tetap digunakan dan tidak ikut diterjemahkan. Sebagai argumentasi disebutkan bahwa telah ditemukan 18 fragmen naskah Septuaginta dari kitab Ulangan dimana nama YHWH masih tertulis (12 diantaranya dimuat gambarnya dalam Kitab-Kitab Yunani Kristen Terjemahan Dunia Baru, Apendiks 1, 1994, h.410-411)

“penemuan gulungan papirus LXX yang berisi setengah bagian akhir Ulangan. Tidak satupun dari fragmen-fragmen ini menunjukkan contoh digunakannya Kyrios atau Theos sebagai ganti nama ilahi, tetapi dalam setiap pemunculannya, Tetragramaton ditulis dalam huruf-huruf kotak Ibrani. ... Tetragramaton tetap ada dalam salinan-salinan LXX selama berabad-abad setelah zaman Kristus dan para rasulnya.

Bila disebutkan bahwa salinan-salinan LXX selama berabad-abad setelah zaman Kristus masih mengandung nama Tatragramaton, mengapa tidak banyak contoh gambar yang diberikan, selain 18 contoh hanya dari satu fragmen saja?

Teori yang menyebutkan bahwa Septuaginta (bahasa Yunani) itu mengandung nama YHWH (bahasa Ibrani) berdasarkan 18 fragmen kitab Ulangan Septuaginta itu lemah sekali, soalnya fragmen contoh itu sendiri justru mengungkapkan adanya suatu rekayasa.

Bila kita melihat dengan seksama, gambar-gambar fragmen itu jelas menunjukkan bahwa huruf-huruf YHWH diselipkan diatas bekas nama lama yang dihapus. Indikasinya:

1. Ada bekas huruf-huruf yang dihapus di belakang nama YHWH;
2. Jarak hapusan itu sama dengan panjangnya kata KURIOS/KURIE (terjemahan YHWH dalam bhs. Yunani);
3. Kata YHWH yang ada disitu memiliki jarak spasi dengan huruf-huruf sebelum dan sesudahnya, padahal tulisan Ibrani/Yunani kuno tidak ada jarak antar katanya;
4. Huruf-huruf YHWH yang terlihat memiliki font (bentuk dan ukuran) yang berbeda dan lebih kecil dari huruf-huruf Yunani dalam kalimat;
5. Kepekatan tinta kata YHWH lebih tajam dari kata-kata kalimat menunjukkan penambahan lebih baru;
6. Perlu disadari bahwa kata Yunani ditulis dari kiri ke kanan sedangkan Ibrani dari kanan ke kiri;
7. Kata YHWH yang menyiratkan sudah ada tanda bacanya, sesuatu yang baru ada jauh sesudah masa penulisan Septuaginta.

Kesimpulannya, nama 'Kurios/ Kurie' dalam fragmen Ulangan itu diganti dengan tulisan YHWH oleh pengikut aliran Yahwisme (yang sangat meninggikan nama YHWH seperti SY), jadi bukan naskah asli.


PERJANJIAN BARU


Disamping PL, dalam PB pun dianggap bahwa nama Yahweh tetap dipakai. Itulah sebabnya penggunaan nama Jehovah/Yehuwa kemudian juga digunakan dalam Perjanjian Baru dalam NW (bahasa Inggeris) dan KS-TDB (bahasa Indonesia) yang diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa.

SSY menerjemahkan 237 kata-kata 'Kurios' (Yunani) dalam Perjanjian Baru dalam Kitab-Kitab Yunani Terjemahan Dunia Baru (KYK-TDB, 1994, Apendiks 2, h.413-414). Dalam Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru edisi lengkap PL+PB (KS-TDB,1999) disebutkan bahwa:

“Kami telah menerjemahkan nama ilahi sebanyak 237 kali dalam teks utama terjemahan Kitab-Kitab Yunani Kristen. Kesesuaian dari beberapa versi bahasa Ibrani telah ditemukan untuk setiap 237 pemulihan di teks utama ini. (KS-TDB, 1999, h.2025)

Benarkah pendapat yang mengatakan bahwa dalam Perjanjian Baru ada 237 nama Yehuwa sehingga perlu dipulihkan? Dan adakah kata YHWH dalam naskah asli PB?

Kecuali terselip dalam kata 'Haleluya' (Yah dari YHWH, Wah.19:1,3,4,6), jelas di bagian lain kitab tidak ada, karena PB ditulis sepenuhnya dalam bahasa Yunani dengan perkecualian beberapa kata Aram dan pada waktu penulisan PB, bahasa Ibrani adalah bahasa mati yang tidak digunakan dalam percakapan seharihari kala itu.

Ribuan naskah awal salinan PB ditemukan dan tidak ada yang dalam bahasa Ibrani seperti yang dimaksudkan di atas.

Memang dalam penjelasan gambar fragmen-fragmen di atas disebutkan pula bahwa Jerome (KYK-TDB, h.412) menulis bahwa Matius pernah menulis Injil dalam bahasa Ibrani, namun kita harus sadar bahwa dalam tulisan Jerome (misalnya juga 'Perang Yahudi' yang terkenal itu) yang dimaksudkan dengan 'bahasa Ibrani' adalah 'bahasa Aram' yang disebutnya 'lidahnya orang Ibrani', demikian juga terjemahan 'bahasa Ibrani' (biasa ditulis hebraisti atau hebraik dialekto) dalam Perjanjian Baru menunjuk pada 'bahasa Aram' yang kala itu dipakai oleh orang Yahudi Palestina sebagai bahasa sehari-hari.

"Bahasa ibu orang Yahudi Palestina di waktu itu adalah Aram. Sekalipun para Rabi dan Ahli-Kitab masih menggunakan bahasa Ibrani klasik Perjanjian Lama, untuk mayoritas umat, ini adalah bahasa mati. ... Barangkali karena rasa bangga yang keliru, dan kemungkinan besar karena tidak dapat membedakan ketepatan ilmiah, bahasa Aram secara populer disebut sebagai bahasa "Ibrani". ... Bahasa percakapan umum semitik orang Yahudi palestina pada waktu Yesus adalah Aram." (Bruce M. Metzger, The Language of the New Testament, dalam The Interpreters Bible, Vol.7, hlm.43).

Dari uraian Nama Yehuwa ini dapatlah kita melihat salah satu contoh bahwa apa yang terjadi dengan Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru bukanlah penderjemahan bahasa yang dimengerti secara benar (exegese), namun lebih banyak dilakukan dengan memasukkan suatu doktrin yang dipercayai ke dalam terjemahan itu (eisegese).

Bila disebut bahwa SSY bersandar pada Kitab Suci, itu benar juga karena SSY menggunakannya sebagai dasar, namun karena Kitab Suci TDB adalah kitab pengajaran dan bukan Kitab Suci umat Kristen yang terbuka untuk terus digali isinya, maka sebenarnya SSY tidak menggunakan Alkitab yang benar.

Karena itu, adalah suatu hal yang berlebihan kalau terjemahan suatu kelompok sempalan menganggap salah (dan mereka sendiri yang benar) terjemahan yang dihasilkan begitu banyak tim ahli dibalik penerjemahan yang dihasilkan Lembaga Alkitab Sedunia dan Lembaga Biblika Sedunia.



4. FIRMAN = SUATU ALLAH? (YOHANES 1:1)


Contoh kedua yang menunjukkan bahwa ‘Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru’ (TDB) lebih merupakan buku tafsiran yang sudah diisi pengajaran/doktrin Saksi-Saksi Yehuwa (SSY) adalah ayat Yohanes 1:1.


SALAH SATU penafsiran SSY yang perlu diuji adalah soal ayat Yohanes 1:1, dimana dalam ‘Alkitab’ yang umum digunakan di kalangan Kristen terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia – Terjemahan Baru (LAI-TB), berbeda dengan yang diterbitkan oleh SSY yaitu 'Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru' (KS-TDB), dimana disebutkan:

"Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah." (LAI-TB)
"Pada mulanya Firman itu ada, dan Firman itu bersama Allah, dan Firman itu adalah suatu allah." (KS-TDB)


Kedua ayat kutipan dari dua sumber di atas jelas menghasilkan pengertian yang berbeda yang menghasilkan pula perbedaan pengajaran.

Apakah memang terjemahan SSY (KS-TDB) yang benar seperti klaim mereka dan terjemahan Kristen (LAI-TB) yang salah? Marilah kita simak.


TAFSIRAN SSY

Dalam membandingkan keduanya, kita perlu menyadari bahwa terjemahan Kristen dalam bahasa apapun bunyinya begitu, dan di Indonesia, Alkitab LAI-TB diterima oleh semua aliran Kristen baik Protestan, Baptis, Advent, Pentakosta bahkan diterima oleh ‘Konperensi Waligereja Indonesia,’ organ resmi Katolik Roma.

Dari sumber-sumber SSY, kita dapat melihat bahwa dalam uraian mereka pada ayat Yohanes 1:1 dikemukakan argumentasi seperti antara lain dalam sumber buku dogmatika SY berikut:

"Ayat yang terakhir untuk dipertimbangkan dan dipergunakan membenarkan tritunggal ialah Yohanes 1:1: "Maka pada awal pertama adalah Kalam, dan Kalam itu bersama-sama dengan Allah, dan Kalam itulah Allah." Untuk menyingkirkan sesuatu yang rupa-rupanya menjadi pertentangan di sini marilah kita kutip salinan bahasa Gerika kata-demi-kata seperti diperlihatkannya diantara garis-garis bacaan dalam The Emphatic Diaglott. Bunyinya begini: "Sejak semula adalah Kalam itu, dan Kalam itu berada dengan Allah itu, dan suatu allahlah Kalam itu." Dalam hal ini "Allah" ditulis dengan kata "itu" dibelakangnya, sedangkan dalam kalimat pendek berikutnya, yaitu suatu allahlah Kalam itu," pembaca melihat bahwa "allah" ditulis dengan kata penunjuk yang tak tertentu "suatu" dihadapannya. Hal itu membuktikan, bahwa pembicaraan itu mengenai dua oknum yang bersama-sama, dan bukan dua oknum menjadi satu serta Allah yang sama." (Karena Allah Itu Benar Adanya, 1960, hlm.110-111. Disesuaikan ejaan baru).

Hal yang lebih jelas juga disebutkan sebagai Apendiks dalam 'Kitab-Kitab Yunani Kristen Terjemahan Dunia Baru' (KYK-TDB, 1994), yang merupakan versi terjemahan pertama Perjanjian Baru dari SSY, yaitu sebagai berikut:

"Allah yang pada mulanya bersama-sama dengan Firman atau Logos, di sini dinyatakan dengan kata Yunani 'ho theos', yakni, theos namun didahului oleh kata sandang tertentu ho. Ini merupakan theos yang tertentu. ... Dalam teks Yunani terdapat banyak predikat berupa kata sandang tunggal tanpa kata sandang yang mendahului kata kerja. Sebagai contoh, lihat Markus 6:49;11:32; Yohanes 4:19;6:70; 8:44,48;9:17; 10:1,13,33;12:6;18:37. Di tempat-tempat ini para penerjemah memasukkan kata sandang tidak tertentu "suatu atau seorang" [bahasa Inggeris "a"] sebelum kata benda yang merupakan predikat agar membuat jelas ciri atau sifat dari subyek yang bersangkutan. Karena dalam ayat-ayat demikian kata sandang tidak tertentu dimasukkan sebelum kata benda yang merupakan predikat, dengan alasan yang sama yang dapat dibenarkan, kata sandang tidak tertentu "suatu" dimasukkan sebelum theos tanpa kata sandang di dalam predikat dari Yohanes 1:1 sehingga tertulis "suatu allah". Kitab Suci mendukung kebenaran dari penerjemahan demikian." (KYK-TDB, 1994, hlm.414-415. Di sini juga dikutip beberapa kutipan terjemahan yang sama yang umumnya dari lingkungan SSY sendiri).

Dengan membaca uraian demikian memang kelihatannya seakan-akan argumentasinya benar, yaitu bahwa bila didahului kata sandang tertentu (definitif, dhi 'ho' dalam bahasa Yunani) maka kata itu diterjemahkan tanpa kata 'sesuatu atau seseorang' dan menunjukkan identitas atau kepribadian, namun bila tidak didahului kata sandang 'ho' (seperti 12 ayat yang dicontohkan dalam kutipan kedua) maka harus diterjemahkan dengan tambahan 'sesuatu atau seseorang' sehingga dengan contoh yang sama maka 'theos' tanpa kata sandang 'ho' dalam Yohanes 1:1 harus diterjemahkan sebagai 'suatu allah.' Benarkah argumentasi demikian?

Sebenarnya argumentasi ini menunjukkan kembali suatu rekayasa untuk menurunkan derajat Yesus agar bukan sebagai Allah namun hanya sekedar 'suatu allah'.


BAGAIMANA SEBENARNYA?


Bila kita membaca bahasa Yunani sebagai teks asli ayat-ayat tersebut, kata sandang tertentu (definite article) yang digunakan dalam ayat itu bukanlah 'ho' (tunggal-nominatif) namun 'ton' (tunggal-akusatif), atau lengkapnya Yohanes 1:1 dalam bahasa aslinya Yunani dieja:

"en arche en ho logos, kai ho logos en pros ton theon kai theos en ho logos."

Theos kedua dalam ayat ini memang tidak diberi kata sandang 'ton' (singgular-accusative) seperti theos yang pertama, namun apakah itu berarti bahwa semua kata benda yang tidak diberi kata sandang tertentu (definite article) selalu harus diterjemahkan dengan tambahan 'suatu atau seorang'?

Kalau argumentasi SSY ini kita ikuti maka dalam 18 ayat pertama dari teks Yohanes 1 saja kita dapat menemukan adanya 6 kata 'theos' yang juga tidak didahului kata sandang definitif 'ton' ataupun ‘ho’ yaitu ayat-ayat Yohanes 1:1,6,12,13, dan dua kali dalam ayat 18. Ayat 1 menunjuk pada Yesus dan 5 ayat lainnya menunjuk pada 'Theos' Yehuwa. Maka bila argumentasi SSY kita ikuti maka terjemahan ke-6 ayat itu seharusnya berbunyi:

"Pada mulanya Firman itu ada, dan Firman itu bersama Allah, dan Firman itu adalah SUATU Allah." (ayat 1, KS-TDB, 1999).

"Datanglah seorang yang diutus SUATU Allah, namanya Yohanes." (ayat 6).
"Tetapi semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak SUATU Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya." (ayat 12).
"orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari SUATU Allah." (ayat 13).
"Tidak seorangpun yang pernah melihat SUATU Allah; tetapi Anak Tunggal SUATU Allah, yang ada dipangkuan Bapa, Dialah yang menyatakanNya." (ayat 1.


Beginilah seharusnya terjemahannya (dengan menambahkan kata SUATU) bila kita mengikuti argumentasi SSY. Firman hanya SUATU Allah dan Yehuwa hanya SUATU Allah dan bukannya pribadi dan identitas yang jelas!

Namun, KS-TDB dari SSY sendiri tidak menerjemahkannya begitu, ini menunjukkan dengan jelas adanya rekayasa untuk menurunkan Firman (Logos) itu dari ke’Allah’annya, namun bila argumentasi itu mengenai pribadi Allah Yehuwa, maka argumentasi itu tidak secara konsekwen dilaksanakan.

Juga, pandangan SSY sendiri dengan demikian tidak sesuai dengan konsep kemahatunggalan Allah yang dipercayainya, sebab bila dalam seluruh Alkitab disebutkan bahwa 'Hanya ada satu Tuhan' (Yes.43:11;Yoh.17:3;1Kor. 8:4-6) dan tidak ada Tuhan lain, maka dengan menganggap Yesus adalah 'SUATU allah,' berarti SSY mempercayai politheisme (banyak allah), ini bahkan bertentangan dengan hukum utama "Jangan ada allah lain" (Keluaran 20:3) yang sangat dibela SSY.


TAFSIRAN BUKAN TERJEMAHAN


Pembahasan ini kembali menunjukkan bagaimana Saksi Saksi Yehuwa memaniplasi penerjemahan Alkitab dengan argumentasi yang direkayasa dan tidak konisten, agar terjadilah HASIL terjeahan yang mendukung keyakinan mereka bahwa tidak ada pengaaran 'Tritunggal,' bahkan dirasa perlu penafsiran Yohanes 1:1 dicetak sebagai Apendiks dalam Kitab-Kitab Yunani Kristen Terjemahan Dunia Baru yang mereka terbitkan dan buku-buku pengajaran dari SSY.

Kita dapat melihat bahwa sekalipun buku-buku SY penuh dengan data-data acuan dan apendiks, dan Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru lengkap edisi 1999 penuh dengan ayat-ayat referensi (di kolom tengah), kenyataannya umumnya penafsiran mereka didasarkan pada ayat-ayat tertentu yang dimengerti secara tekstual dan harfiah (yang terjemahannya sudah memasukkan pengajaran/doktrin SSY) yang bila dimengerti secara kontekstual bisa berarti lain. Inilah hasil yang bisa didapatkan bila kita menerjemahkan kata-per-kata kata-kata dalam Alkitab

Karena itu, kasus ayat Yohanes 1:1 dengan jelas menunjukkan bagaimana SSY merekayasa terjemahan Alkitab dan memasukkan ajaran SSY yaitu semangat 'anti-Tritunggal' ke dalam proses penerjemahan Kitab Suci TDB mereka itu, sehingga lebih merupakan penafsiran (paraphrase) daripada terjemahan dalam arti kata sesuai kaidah bahasa.

Akhirnya, perlu disadari bersama, bahwa mereka yang benar-benar mencari kebenaran perlu mempelajari dan mendalami Alkitab dengan benar secara hermeneutis dan kontekstual sesuai dengan terjemahan dari bahasa aslinya yang selama ini dilakukan oleh Lembaga-Lembaga Alkitab di seluruh dunia.


5. TUHAN ATAU TUAN?


Contoh ketiga yang menunjukkan bahwa ‘Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru’ (KSTDB) lebih merupakan buku tafsiran yang sudah diisi pengajaran/doktrin Saksi-Saksi Yehuwa (SSY) adalah ayat penerjemahan ‘Kurios’ (bahasa Yunani) bila dikaitkan dengan Yesus tidak diterjemahkan ‘Tuhan’ melainkan diterjemahkan ‘TUAN/Tuan’ yang tentu menyiratkan pengertian yang berbeda.


SSY sekalipun menerima Yesus sebagai Messias/Kristus, namun mereka menolak Yesus sebagai ‘Tuhan’ (Lord/God).

Yesus hanya dianggap sebagai ciptaan Yehuwa yang pertama/ sulung yang kemudian dijadikan rekan dalam penciptaan langit & bumi dengan segala isinya.


YHWH & ADONAI


Dalam Perjanjian Lama, Nama diri Tuhan ditulis YHWH atau EL (bandingkan ungkapan 'Yahweh Elohe Yisrael' (Kel.32:27;Yos.8: 30) dengan 'El Elohe Yisrael' (Kej. 33:20;46:3) yang artinya 'Allahnya Israel adalah Yahweh/ El’).

Bila YHWH adalah nama diri, maka EL bisa untuk menunjuk nama diri atau sebutan. YHWH dalam bahasa Indonesia oleh LAI diterjemahkan sebagai TUHAN (Semua huruf besar. LORD dalam Alkitab bahasa Inggeris).

ADONAI juga digunakan sebagai nama untuk menyebut Tuhan. Dalam PL, ketika umat Israel merasa bahwa memanggil nama diri YHWH merupakan pantangan, maka mereka sering menggantinya dengan ADONAI.

Sebenarnya ADONAI adalah nama panggilan/sebutan yang ditujukan untuk menghormati seseorang, misalnya ditujukan pada raja (1Sam.24:9;26:17;Yer.22:1. Dalam hal ini Adonai diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia Tuan (lord dalam bhasa Inggeris).

Namun, Adonai juga bisa ditujukan kepada YHWH yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai ‘Tuhan’ (Huruf kecil dengan huruf pertama kapital. Lord dalam bahasa Inggeris). Nama ini juga digunakan untuk menjelaskan nama YHWH sebagai ‘TUHAN, Tuhan’ (YHWH, Adonai) (Yos.3:13;Mzm.97:5).

Dalam PL ada sekitar 300 kali Adonai dikaitkan sebagai kata di depan kata YHWH sebagai Tuhan YHWH (Adonai YHWH). Untuk tidak menimbulkan pengulangan sebutan, LAI menerjemahkannya sebagai Tuhan ALLAH. Lord GOD dalam bahasa Inggeris).


SEPTUAGINTA


Pada abad ke-3SM, PL bahasa Ibrani diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani oleh 70 tua-tua Yahudi yang dikirim oleh Eliezer, Imam Besar Yahudi atas permintaan raja Ptolomeus Philadelphus. Terjemahan ini disebut Septuaginta (LXX).

Dalam Septuaginta baik YHWH maupun Adonai diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani sebagai Kurios (Kyrios), dan El/Elohim/Eloah diterjemahkan sebagai Theos. Jadi, Kurios bisa berarti TUHAN (nama diri), Tuhan (sebutan untuk TUHAN), atau Tuan (sebutan penghormatan untuk manusia).


PERJANJIAN BARU


Alkitab PB tidak ditulis dalam bahasa Ibrani melainkan bahasa Yunani koine (umum). Rupanya karena pada masa PB (abad-1M) bahasa Ibrani adalah bahasa mati dan bahasa Yunani menjadi bahasa percakapan regional di samping bahasa Aram sebagai bahasa lokal, maka dapat dimaklumi bahwa Septuaginta dipakai dalam ibadat sehari-hari di sinagoga-sinagoga. Itulah sebabnya penulisan PB dalam bahasa Yunani mengikuti tatabahasa Yunani yang juga dipergunakan dalam LXX.

Di sini, juga ditulis dua istilah untuk menyebut Tuhan Allah yaitu Kurios (Kyrios) dan Theos. Maka bila dilihat konteksnya dalam terang LXX, maka Kurios bisa berarti TUHAN (nama diri YHWH), Tuhan (sebutan Adonai untuk YHWH) atau Tuan (sebutan Adonai untuk manusia).

Sekarang yang perlu dipertanyakan adalah “apakah sebenarnya terjemahan Kurios dalam bahasa Indonesia?”

Dalam Alkitab Kristen terjemahan bahasa Indonesia, penerjemahan itu bisa Tuhan (nama diri atau sebutan untuk Tuhan) maupun Tuan (panggilan kehormatan untuk manusia). Ini tergantung dari maksud dan konteks kalimat dimana kata itu berada.

Sekarang yang menjadi masalah adalah dalam Alkitab Kristen (LAI) banyak kata Kurios oleh ahli-ahli bahasa Yunani diterjemahkan sebagai ‘Tuhan’ namun dalam Kitab Suci TDB dari SSY, ada yang diterjemahkan sebagai Yehuwa (nama diri), Tuhan (sebutan untuk Tuhan), dan Tuan (sebutan kehormatan).

Yang mencolok, bila kata itu dikaitkan dengan nama Yesus (beberapa kali di kaitkan Bapa juga) dan kalau dalam Alkitab Kristen diterjemahkan sebagai ‘Tuhan’, Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru menerjemahkannya sebagai ‘TUAN/Tuan.’

Ini tentu mencurigakan karena SSY tidak mengaku Yesus sebagai Tuhan, karena itu kita akan mengujinya dengan beberapa ayat terjemahan dan membandingkan Alkitab Kristen (LAI-TB) dengan Kitab Suci SSY (KS-TDB).


TUHAN ATAU TUAN?


Sebagai contoh perbandingan, akan diambil beberapa ayat dari tulisan Lukas yaitu Injil Lukas dan Kisah Para Rasul, mengingat tulisan Lukas menggunakan bahasa Yunani yang baik sekali.

Contoh ayat-ayat berikut menunjukkan bagaimana kata Kurios diterjemahkan Lord/Tuhan dalam Alkitab Kristen namun diperlemah menjadi sekedar lord/TUAN/Tuan dalam Kitab Suci SSY.

Lukas 2:11
• “Saviour, which is Christ the Lord.” (KJV)
• “Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan.” (LAI-TB)
• “Juru Selamat, yang adalah Kristus TUAN.” (KS-TDB)

Lukas 6:5
• “the Son of man is Lord also of the sabbath.” (KJV)
• “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.” (LAI-TB)
• “Putra manusia adalah Tuan atas hari sabat.” (KS-TDB)


Lukas 6:46
• “And why call ye me, Lord, Lord, and do not the things which I say?” (KJV)
• “mengapa kamu berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?” (LAI-TB)
• “Maka, mengapa kamu memanggil aku ‘Tuan! Tuan!’ tetapi tidak melakukan hal-hal yang aku katakan?” (KS-TDB)

Lukas 7:13
• “When the Lord saw her.” (KJV)
• “ketika Tuhan melihat janda itu.” (LAI-TB)
• “ketika dia terlihat oleh Tuan.” (KS-TDB)

Lukas 10:21
• “Father, Lord of Heaven and earth.” (KJV)
• “Bapa, Tuhan langit dan bumi.” (LAI-TB)
• “bapak, Tuan atas langit dan bumi.” (KS-TDB)

Lukas 24:3
• “the body of the Lord Jesus.” (KJV)
• “mayat Tuhan Yesus.” (LAI-TB)
• “mayat TUAN Yesus.” (KS-TDB)

Lukas 24:34
• “The Lord is risen.” (KJV)
• “Tuhan telah bangkit.” (LAI-TB)
• “TUAN telah dibangkitkan.” (KS-TDB)



Pada beberapa contoh di kitab Kisah Para Rasul, kita dapat melihat bahwa Yesus telah bangkit. Ini membuktikan ke’Tuhan’anNya, namun di sini juga diperlemah menjadi sekedar ‘TUAN/Tuan’ saja. (SSY tidak mengaku Yesus bangkit dalam keadaan tubuh yang nyata).


Kisah 1:6
• “Lord, are you at this time going to restore the kingdom to Israel?” (KJV)
• “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?” (LAI-TB)
• “Tuan, apakah engkau akan memulihkan kerajaan bagi Israel pada masa ini?” (KS-TDB)

Kisah 1:21
• “the Lord Jesus went in and out among us.” (KJV)
• “Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami.” (LAI-TB)
• “TUAN Yesus masuk dan keluar di antara kami.” (KS-TDB)

Kisah 2:36
• “God hath made that same Jesus, whom ye have crucified, both Lord and Christ.” (KJV)
• “Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.” (LAITB)
• “Allah telah menjadikan dia TUAN dan juga Kristus, Yesus ini yang kamu pantek.” (KSTDB)

Kisah 4:24
• “Lord, thou art God, which has made heaven, and earth.” (KJV)
• “Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi.” (LAI-TB)
• “Tuan yang berdaulat, engkaulah Pribadi yang menjadikan langit dan bumi.” (KS-TDB)

Kisah 4:33
• “And with great power gave the apostles witness of the resurrection of the Lord Jesus.” (KJV)
• “Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus.” (LAI-TB)
• “Juga, dengan kuasa yang besar rasul-rasul terus menyampaikan kesaksian mengenai kebangkitan TUAN Yesus.” (KS-TDB)

Kisah 5:14
• “And believers were the more added to the Lord.” (KJV)
• “makin bertambahlah orang yang percaya akan Tuhan.” (LAI-TB)
• “orang-orang yang percaya akan TUAN terus bertambah.” (KS-TDB)

Kisah 7:59-60
• “Lord Jesus, receive my spirit. And he kneeled down, and cried with aloud voice, Lord, lay not this sin to their charge.” (KJV)
• “Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.” Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: “Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka.” (LAI-TB)
• “Tuan Yesus, terimalah rohku.” Lalu, sambil berlutut, ia berteriak dengan suara keras, “Yehuwa, jangan perhitungkan dosa ini atas mereka.” (KS-TDB)



Dalam ayat ini kita melihat bagaimana ke’Tuhan’an Yesus dilemahkan, dan bagaimana ucapan ‘Tuhan’ yang seharusnya ditujukan kepada Yesus sekarang diganti kepada Yehuwa. Di sini Yehuwalah yang mengampuni dosa dan bukan Yesus.


Kisah 8:16
• “they were baptized in the name of the Lord Jesus.” (KJV)
• “mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.” (LAI-TB)
• “mereka hanya dibaptis dengan nama TUAN Yesus.” (KS-TDB)

Kisah 8:37
• “I believe that Jesus Christ is the Son of God.” (KJV)
• “Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.” (LAI-TB)
• “---.” (KS-TDB)


Ayat ini ditemukan di sebagian tapi tidak semua naskah, namun SSY memilih menghilangkannya.

Kisah 9:1
• “the Lord’s disciples.” (KJV)
• “murid-murid Tuhan.” (LAI-TB)
• “murid-murid TUAN.” (KS-TDB)

Kisah 9:28
• “And he spake boldly in the name of the Lord Jesus.” (KJV, verse 29)
• “dengan keberanian mengajar dengan nama Tuhan.” (LAI-TB)
• “berbicara dengan berani dengan nama TUAN.” (KS-TDB)

Kisah 11:17
• “beleived in the Lord Jesus Christ.” (KJV)
• “percaya kepada (Tuhan) Yesus Kristus.” (LAI-TB) di sini terjemahan Tuhan tidak tercetak.
• “percaya kepada TUAN Yesus Kristus.” (KS-TDB)

Kisah 11:20
• “preaching the Lord Jesus.” (KJV)
• “memberitakan Injil, bahwa Yesus adalah Tuhan.” (LAI-TB)
• “menyatakan kabar baik mengenai TUAN Yesus.” (KS-TDB)

Kisah 15:11
• “through the grace of the Lord Jesus Christ we shall be saved.” (KJV)
• “oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan.” (LAI-TB)
• “diselamatkan oleh kebaikan hati TUAN Yesus Kristus.” (KS-TDB)

Kisah 15:26
• “for the name of our Lord Jesus Christ.” (KJV)
• “karena nama Tuhan kita Yesus Kristus.” (LAI-TB)
• “demi nama Tuan kita Yesus Kristus.” (KS-TDB)

Kisah 16:31
• “Believe on the Lord Jesus Christ.” (KJV)
• “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus.” (LAI-TB)
• “Percayalah kepada TUAN Yesus.” (KS-TDB)

Kisah 19:5
• “baptized in the name of Lord Jesus.” (KJV)
• “dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.” (LAI-TB)
• “dibaptis dengan nama TUAN Yesus.” (KS-TDB)

Kisah 20:21
• “faith toward our Lord Jesus Christ.” (KJV)
• “percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus.” (LAI-TB)
• “iman kepada Tuan kita Yesus.” (KS-TDB)

Kisah 21:13
• “for the name of the Lord Jesus.” (KJV)
• “karena nama Tuhan Yesus.” (LAI-TB)
• “demi nama TUAN Yesus.” (KSTDB)

Kisah 28:31
• “taught about the Lord Jesus Christ.” (KJV)
• “mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus.” (LAI-TB)
• “mengajarkan hal-hal mengenai TUAN Yesus Kristus.” (KS-TDB)



Dari contoh-contoh di atas kita dapat mengetahui bagaimana terjemahan KS-TDB dalam hubungan dengan ke’Tuhan’an Yesus:

1. Setiap kata Kurios/Kurie yang dijadikan sebutan untuk Yesus selalu diterjemahkan sebagai TUAN/ Tuan;
2. Terkadang Kurios/Kurie yang ditujukan pada Yesus dianggap ditujukan Yehuwa; dan
3. Bila sebutan Kurios/Kurie ditujukan kepada Allah Bapa, maka diterjemahkan Tuhan atau diterjemahkan Yehuwa.

Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya KS-TDB bukanlah terjemahan dalam arti-kata bahasa, tetapi merupakan penafsiran dengan memasukkan ajaran/doktrin SSY ke dalamnya. Tuhan Yesus tidak boleh ada selain Tuhan Yehuwa!

Quote    Reply   

#2 [url]

Nov 17 05 11:53 AM

6. YESUS CIPTAAN YANG SULUNG


Contoh keempat yang menunjukkan bahwa ‘Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru’ (TDB) lebih merupakan buku tafsiran yang sudah diisi pengajaran/doktrin Saksi-Saksi Yehuwa (SSY) adalah ayat Filipi 2:5-9 dan Kolose1:16-18.


KITA sudah mengetahui bahwa SSY mempercayai doktrin yang menempatkan Yesus bukan sebagai Tuhan melainkan sebagai ciptaan yang sulung lalu menjadi mitra Yehuwa dalam menciptakan yang lain.

Berikut dua buah contoh bagaimana ajaran itu dimasukkan ke dalam penerjemahan ayat-ayat Alkitab yang berbeda dengan penerjemahan Alkitab Kristen dari bahasa aslinya.


FILIPI 2:5-9


Dari perikop dalam surat Filipi ini kita dapat melihat bahwa terjemahan KS-TDB lebih merupakan suatu usaha untuk memberikan ajaran teologis tertentu (jadi sifatnya penafsiran/parafrase) daripada penerjemahan! Ini bisa kita bandingkan sebagai berikut:

“(5) Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Yesus Kristus, (6) yang walaupun dalam rupa Alllah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, (7) melainkan telah mengosongkan diriNya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. ( Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati, bahkan mati di kayu salib. (9) Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepadaNya nama di atas segala nama.” (LAI-TB).

Ini diterjemahkan oleh SSY sebagai berikut:

“(5) Periharalah sikap mental ini dalam dirimu, yang juga ada dalam Kristus Yesus, (6) yang walaupun ada dalam wujud Allah, tidak pernah merebut kedudukan, yakni agar ia setara dengan Allah. (7) Tidak, tetapi ia mengosongkan dirinya dan mengambil wujud seorang budak dan menjadi sama dengan manusia. ( Lebih daripada itu, ketika ia berada dalam wujud sebagai manusia, ia merendahkan dirinya dan taat sampai mati, ya, mati pada tiang siksaan. (9) Untuk alasan ini juga Allah meninggikan dia kepada kedudukan yang lebih tinggi dan dengan baik hati memberinya nama di atas setiap nama yang lain.” (KS-TDB)


Dari perbandingan ayat-ayat di atas terlihat dengan jelas bahwa ada usaha untuk mengubah arti ayat-ayat Alkitab bahkan di balik seperti dengan jelas terlihat misalnya dalam ayat (6) ‘Yesus yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan’, diterjemahkan dalam KS-TDB sebagai ‘tidak pernah merebut kedudukan, yakni agar ia setara dengan Allah.’

Dalam ayat ( ‘salib’ diterjemahkan SSY sekedar sebagai ‘tiang siksaan’ yang artinya lebih ringan, dan ayat (9) di mana disebut ‘Allah sangat meninggikan dia’ diterjemahkan oleh SSY sebagai ‘Allah meninggikan dia kepada kedudukan yang lebih tinggi.’!

Dari cara penerjemahan kata-per-kata demikian yang kemudian ditafsirkan, maka jelas pengertiannya menjadi berbeda, namun yang jelas pengertian yang berbeda itu diarahkan untuk merendahkan Yesus dari kedudukan ke’Tuhan’annya.


KOLOSE 1:15-18


Ayat-ayat ini kembali digunakan untuk menunjukkan bahwa Yesus adalah ciptaan yang pertama (sulung). Marilah kita melihat konteks perikopnya:

“(15) Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, (16) karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. (17) Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. (1 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.” (LAI-TB)

Ini diterjemahkan oleh SSY sebagai:

“(15) Dia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung dari antara semua ciptaan; (16) karena melalui dia segala perkara lain diciptakan di surga dan di bumi, perkara-perkara yang kelihatan dan perkara-perkara yang tidak kelihatan, baik itu tachta maupun pertuanan ataupun pemerintah atau kalangan berwewenang. Segala perkara lain telah diciptakan melalui dia dan untuk dia. (17) Juga, dia ada sebelum segala perkara lain dan melalui dia segala perkara lain ada, (1 dan dia adalah kepala dari tubuh, yaitu sidang jemaat. Dia adalah yang awal, yang sulung dari antara orang mati, agar dia menjadi pribadi yang pertama dalam segala perkara.” (KS-TDB).

Bila kita melihat ayat (15) yang berdiri sendiri, akan timbul kesan bahwa ‘Yesus adalah yang sulung dari semua ciptaan, jadi iapun ciptaan’. Namun, bila kita melihat konteksnya yaitu ayat (16) maka akan menjadi jelas bahwa Yesus bukan menjadi bagian dari ciptaan tetapi Ialah pencipta itu sendiri (diciptakan dalam/oleh Dia [Yunani: en auto] Yesus). ‘en’ Ini oleh SSY diterjemahkan sebagai ‘melalui’ sehingga bisa ditimbulkan kesan bahwa ia diciptakan lebih dahulu, baru sesudahnya ‘melalui’ Yesus semua diciptakan YHWH. Dalam konteks lain, kata ‘en’ bisa juga berarti ‘’melalui’ namun kata ‘auto’ yang menyusul jelas menunjukkan bahwa Yesus ‘sendiri’lah pencipta itu.

Rekayasa penerjemahan yang jelas disini adalah penambahan kata ‘lain’ (other) sesudah ‘segala perkara’ yang tidak ada dalam naskah asli dalam bahasa Yunaninya. Sebab, dengan disebutkan ‘yang lain’ ditimbulkan kesan bahwa Yesus adalah salah satu di antara segala perkara ciptaan dan ‘yang lain’ diciptakan Allah ‘melalui’ Dia.

Kata ‘lain’ yang dikaitkan dengan kata ‘segala perkara’ duakali disebutkan dalam ayat (16) dan dua kali dalam ayat (17) dan ditekankan dalam ayat (1 sebagai pribadi yang pertama dalam segala perkara. (SSY mengartikan ‘yang diciptakan’)

Sebutan ‘sulung’ (prototokos) (15) menggambarkan ‘yang mendahului’ tetapi tidak harus berarti ‘ciptaan yang pertama’. Yesus disebut buah sulung kebangkitan (1, ini adalah ‘contoh’ kebangkitan yang mendahului kebangkitan manusia yang dilakukan oleh Yesus, karena dalam peranNya sebagai ‘manusia’, Ia perlu bangkit. Sebagai manusia, Yesus ‘dibangkitkan’, tetapi sebagai Allah, ‘Yesuslah yang membangkitkan’!

Di sini terlihat bahwa SSY sering menggunakan ayat-ayat dalam situasi dimana Yesus sedang berinkarnasi menjadi manusia untuk membuktikan bahwa Yesus bukan Tuhan, tetapi kita harus melihatnya di mana Yesus ‘sedang’ menjalankan tugas penebusan dosa sebagai ‘manusia’ (rahasia Inkarnasi).

Jadi kasus ketika ‘Yesus menjadi manusia’ tidak bisa dimengerti terlepas dari rahasia inkarnasi ke ‘Tuhan’anNya. Yahweh berfirman bahwa tidak boleh ada allah lain dan tidak boleh menyembah allah lain, namun Yahweh yang sama menyebut manusia bahkan malaikat harus menyembah Yesus. Ini hanya mungkin kalau Yesus adalah Allah juga. (Ibr.1:5-8; band. dengan Why.1:17;4:10;14:7;15:4 dan 19:10;22:8-9).



--O--


Disalin dari : Makalah Sahabat Awam 62

Alamat Baru SarapanPagi :

Quote    Reply   

#3 [url]

Nov 17 05 1:49 PM

SAKSI-SAKSI YEHUWA
Apa yang dipercayai?





1. APA YANG DIPERCAYAI?


Makalah Sahabat Awam nomor 62 (September 2001) berjudul Saksi-Saksi Yehuwa & Alkitab ternyata mendapat sambutan yang cukup besar dari para pembaca, karena dalam waktu sebulan setelah diterbitkan banyak gereja memesan dalam jumlah besar sehingga langsung dicetak ulang. Untuk melengkapi MSA-62 tersebut dan juga MSA-22 (Saksi Yehuwa) maka MSA-63 ini dikhususkan membahas judul Saksi-Saksi Yehuwa, Apa Yang Dipercayai? Dengan tujuan agar pembaca mendapat informasi yang terkini dari kegiatan Saksi-Saksi Yehuwa di Indonesia dari sumber-sumber Saksi-Saksi Yehuwa yang diuji dengan Alkitab, sehingga dapat mempersiapkan diri sebaik mungkin bila sekali waktu berhadapan secara langsung dengan Saksi-Saksi Yehuwa. Makalah Sahabat Awam nomor ini adalah pelengkap MSA-62 untuk memberi informasi cukup mengenai aliran ini.


SEPERTI yang sudah ditulis dalam MSA-62, kita mengetahui bahwa Saksi-Saksi Yehuwa (SSY) sudah cukup lama dikenal oleh penulis yaitu sedini tahun 1950-an, bahkan melihat sejarahnya, SSY sudah diperkenalkan di Indonesia sedini tahun 1931 oleh seorang perintis SSY berasal dari Australia yang mulai memberitakan pekabaran mereka di pulau Jawa.


DIIZINKAN, DILARANG, & DIIZINKAN KEMBALI


SSY di Indonesia memiliki sejarah yang menarik untuk diketahui, bahwa setelah menyatakan diri sebagai badan hukum, SSY diizinkan beroperasi di Indonesia dengan Surat Keputusan Departemen Agama pada Mei 1968.

Namun, dalam perkembangannya ternyata SSY menimbulkan keresahan di kalangan agama-agama di Indonesia karena kegiatannya menobatkan orang-orang yang sudah beragama terutama orang Kristen, maka pada bulan Desember 1976 izin itu dicabut dengan Surat Keputusan Jaksa Agung R.I.

Sekalipun secara resmi dilarang, kegiatan SSY berjalan terus bahkan pada tahun 1996 telah membangun kantor pusat dan percetakan sendiri di Bogor.

Pada bulan Juni 2001, sejalan dengan era keterbukaan pemerintahan Gus Dur, SSY diizinkan beroperasi kembali di Indonesia melalui Surat keputusan Jaksa Agung R.I. pula.


KRISTEN ATAU BUKAN?


Izin beroperasi kembalinya SSY memang ditanggapi bermacam-macam di kalangan Kristen, ada yang menolak, namun umumnya menerimanya dengan biasa-biasa saja. Namun, hal pokok yang kelak menjadi masalah adalah bahwa SSY mengaku sebagai Kristen, namun bersikap bertentangan dengan kekristenan yang umum diakui di Indonesia yang mereka sebut sebagai Susunan Kristen, sedang mereka sendiri mengaku sebagai Kristen Sejati.

Sekalipun menyebut diri sebagai Kristen, dalam kenyatannya kepercayaan SSY dalam semua aspek dapat dikata bertentangan dengan kepercayaan yang dianut oleh umat kristen di Indonesia pada umumnya. Itulah sebabnya mereka secara agresif mendatangi orang-orang Kristen di rumah mereka untuk diajak mempercayai keyakinan mereka.

Mulai dari pengajaran mengenai Alkitab, Allah sampai hal-hal lain, umumnya pengajaran SSY bertentangan dengan pengajaran aliran-aliran Kristen di Indonesia baik yang bergabung dengan PGI (ekumenis), PII (Injili), PGPI (Pentakosta), KWI (Katolik), PBI (Baptis), BK (Bala Keselamatan), maupun GMAHK (Advent).

Sehubungan dengan itu kita perlu menyegarkan kembali pengetahuan kita mengenai apa yang dipercayai oleh Saksi-Saksi Yehuwa dari sumber mereka sendiri dan menyorotnya dari terang firman Tuhan.


ISI NOMOR INI


Hal-hal yang akan dibahas dalam nomor ini termasuk sejarah singkat berdirinya Saksi-Saksi Yehuwa. Disamping itu, akan dibahas pula pengajaran SSY mengenai Allah, Yesus Kristus, Roh Kudus, dan pengajaran SSY mengenai Allah Tritunggal yang sangat mereka tentang.

Selain itu akan dibahas pula pengajaran mengenai Hakekat Setan dan Neraka, Manusia & Kematian, dan Keselamatan yang disediakan bagi manusia.

Pemerintah Dunia dan Kerajaan Allah akan juga dibahas dan disusul dengan pengajaran SSY mengenai Akhir Zaman yang sebenarnya merupakan pengajaran sentral dari Saksi-Saksi Yehuwa.

Nomor ini ditutup dengan pembahasan mengenai Berkomunikasi Dengan Saksi-Saksi Yehuwa mencakup langkah-langkah pelayanan yang dilakukan oleh Saksi-Saksi Yehuwa sebagai bekal kita dalam menghadapi Saksi-Saksi Yehuwa.




2. SEJARAH SAKSI-SAKSI YEHUWA


Saksi-Saksi Yehuwa sudah berdiri lebih dari seratus tahun, dan sekalipun dalam perkembangannya mengalami pasang surut, dapat dikata aliran SSY merupakan aliran yang perkembangannya sangat cepat dan menghasilkan para pengikut yang militan dan fanatik. Bagaimana sejarahnya sampai aliran ini di kenal di Indonesia?


SAKSI-SAKSI YEHUWA lahir pada paruh kedua abad ke-19 dirintis para pelopor yang bersemangat militan yang dikultuskan yang memerintah dengan otoriter, dan memiliki pengajaran dan peraturan organisasi terpusat.


PENDIRI GERAKAN

Aliran ini dirintis oleh Charles Taze Russel (1852-1916), yang lahir di Alleghany dekat Pitsburg, Pennsylvania, Amerika Serikat.

Ia anggota gereja Presbyterian, yang tidak puas dengan ajaran gereja dan keluar pada umur 17 tahun. Ia tidak mempercayai bahwa Yesus adalah Anak Allah dan adanya hukuman kekal, dan hakekat neraka pun ditolaknya.

Charles kemudian masuk ke gereja Advent dan terpengaruh ajaran akhir zaman khususnya tentang kedatangan Yesus kedua kali. Di bawah pengaruh ajaran adventis inilah agama dan pada tahun 1872 ia membentuk kelompok penyelidikan Alkitab.

Pada tahun 1874 Russel menerbitkan risalah tentang Maksud dan Sifat Kedatangan Yesus keduakali, dan selebaran berjudul Tiga Alam atau Rencana Pelepasan dari Dosa (1877). Dalam risalah terakhir ini diceritakan tentang kehadiran Kristus secara rahasia di bumi sejak tahun 1874, dan tentang masa peralihan yang berlangsung selama 40 tahun yang akan berakhir pada tahun 1914, dan akan disusul dengan datangnya kerajaan 1000 tahun.

Kemudian ia memisahkan diri dari gereja Advent dan pada tahun 1879 mendirikan Watchtower Bible and Tract Society dan menerbitkan majalah berjudul Zion’s Watch Tower and Herald of Christ’s Presence yang berisi ajaran mengenai penafsiran Alkitab (kemudian menjadi Watchtower).

Watch Tower Bible and Tract Society secara resmi dibentuk menjadi badan hukum pada tahun 1884 di Alleghany, Pitsburg di bawah undang-undang negara bagian Pennsylvania. Pada tahun 1909 pusat perkumpulan ini dipindahkan ke Brooklyn, New York.

Di samping Advent, Russel terpengaruh ajaran Christadelphian dan menerima Alkitab terjemahan kata-per-kata Emphatic Diaglott (1864) karya Benyamin Wilson.


Pada tahun 1886 Russel menulis buku The Milennial Dawn yang kemudian diberi judul baru Studies in the Scripture (Penyelidikan Alkitab). Buku ini terdiri dari 7 jilid, namun sebelum menyelesaikan jilid ke-7 Russel meninggal dunia pada tahun 1916. Jilid ke-7 diselesaikan penerusnya pada tahun 1917. Di samping itu juga diterbitkan majalah Watchtower (Menara Pengawal).

Russellah yang pertama kali meramalkan bahwa akhir dunia akan terjadi pada tahun 1914 berdasarkan kitab Imamat 26:18 mengenai hukuman tujuh kali lipat yang dianggapnya sebagai berarti 7X360 = 2520 tahun yang dimulai pada tahun 606 SM dan berakhir pada tahun 1914.


PARA PEMIMPIN PENERUS


Setelah kematian Russel, seorang hakim bernama Joseph Franklin Rutherford (1869-1942) menggantikannnya.

Rutherford terkenal memerintah pemerintahan theokratis ini sebagai diktator. Organisasi theokratis ini disebut New World Society (Persekutuan Dunia Baru).

Rutherford menerbitkan majalah Awake (Sedarlah) , dan dimasa pemerintahannya diadakan pembaruan-pembaruan yang menghasilkan perubahan nama Watch Tower Society. Nama Jehovah’s Witnesses (Saksi-Saksi Yehuwa) diresmikan pemakaiannya ketika dilangsungkan pertemuan besar antar bangsa gerakan ini di Columbus, Ohio pada tahun 1931.

Rutherford meninggal tahun 1942 dan digantikan Nathan Homer Knorr (1905-1977) yang semula bekerja sebagai staff di kantor penerbitan Watch Tower Bible and Tract Society di kota New York. Pada tahun 1932 ia diangkat sebagai pimpinan kantor penerbitan di atas dan pada tahun 1934 menjadi direktur People’s Pulpit Association[/B] sampai tahun 1940 di mana ia kemudian diangkat sebagai wakil pimpinan organisasi theokratis SSY sampai meninggalnya Rutherford, dan pada tahun 1943 diangkat sebagai penerus Rutherford.

Knorr mendirikan [I]Pusat Latihan Alkitab Gilead
di kantor pusat SSY di Brooklyn, New York, pada tahun 1943, dan di bawah pemerintahannya dirintis pelayanan ke mancanegara. Pada masa pemerintahan Knorr SSY berkembang dengan pesat dan melakukan penyiaran ajaran melalui radio, piringan hitam, dan literatur, maka di bawah Knorr mulai dilakukan penyebaran melalui indoktrinasi dengan dialog langsung.

Di bawah pemerintahan Knorr antara tahun 1950-1960 diterbitkan Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru dengan nama The New World Translation of the Holy Scriptures (NW). Terjemahan Perjanjian Baru selesai pada tahun 1950 disusul dengan penerjemahan Perjanjian Lama yang selesai pada tahun 1960. Pada tahun 1961 setelah direvisi, Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru secara lengkap diperkenalkan.

Knorr meninggal dunia pada tahun 1977 dan digantikan oleh Frederick William Franz (1893-1992) yang memerintah dengan aktif sampai meninggalnya diumurnya yang tua.

Ia mulai aktif dalam gerakan SSY pada tahun 1914 dan menanjak terus sehingga diangkat sebagai staf pada Watch Tower Bible and Tract Society di New York pada tahun 1920. Pada tahun 1932, diangkat sebagai anggota dewan pimpinan. Pada tahun 1949 ia diangkat oleh Knorr sebagai wakil pemimpin dan ketika Knorr meninggal dunia, ia menggantikannya. Setelah meninggal tahun 1992, ia digantikan Milton G. Henzel pada tahun 1993 yang memerintah sampai sekarang.


NAMA SAKSI-SAKSI YEHUWA


Pada awalnya mereka menggunakan nama yang umum yaitu Siswa-Siswa Alkitab. Mereka kemudian mendapat inspirasi dari kitab Yesaya fasal 43:10-12 dimana dikatakan bahwa “Kamulah Saksi-Saksiku”.

Saksi-saksi Yehuwa dianggap sebagai bagian dari pemerintahan semesta Yehuwa yang berdaulat yang mencakup seluruh umat manusia di surga dan bumi dalam suatu pemerintahan teokrasi.


SEKOLAH PENGINJILAN


Sekolah Penginjilan yang dilakukan oleh SSY dimulai sebagai hasil dari kepemimpinan Knorr dengan didirikannya The Gilead School of the Bible yang kemudian melakukan pengutusan para pekabar ke seluruh dunia.

Bagi jemaat ada juga kelas penginjilan untuk umum yang diberikan dalam Balai Kerajaan yang melakukan kegiatan beberapa kali seminggu dimana para kader SSY dididik dengan intensif dibawah bimbingan para gembala dan para pembimbing, di samping itu mereka diutus pula untuk melakukan dinas pekabaran aktif berkunjung ke rumah-rumah secara berkala.




3. KEPERCAYAAN TENTANG ALLAH YEHUWA


Sesuai dengan nama yang digunakan oleh Saksi-Saksi Yehuwa, dipercayai bahwa Yehuwa adalah satu-satunya Allah yang benar (Mzm.83:19;Ul.4:39). Yehuwa adalah pencipta segala sesuatu, dan karena itu, hanya Dia yang layak disembah (Why.4:11;Luk.4:. Yehuwa adalah penguasa Universal, pribadi yang harus kita taati sepenuhnya. (Kis.4:24;Dan.4:17;Kis.5:29).
Keesaan Yehuwa yang Esa ini berkembang menjadi keyakinan bahwa nama Yehuwa (bhs.Ibrani: YHWH yang disebut Tetragramaton) adalah nama satu-satunya yang tetap ada dalam Alkitab baik Perjanjian Lama, Septuaginta maupun Perjanjian Baru. Karena itu, penerjemahan nama itu merupakan penghinaan terbesar.
Disebutkan bahwa sebenarnya dalam Tenakh Yahudi terdapat 6.828 nama YHWH dan karena dianggap bahwa dalam sinagoga Nazaret Yesus membaca kitab Yesaya (61:1-2) dalam bahasa Ibrani maka nama-nama Yehuwa dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru tidak diterjemahkan melainkan dipulihkan dengan nama Yehuwa. Disebutkan pula bahwa 237 nama Yehuwa dipulihkan dalam Kitab-Kitab Yunani Kristen Terjemahan Dunia Baru (PB). Karena Allah Yehuwa adalah Satu-Satunya yang benar, maka kepercayaan mengenai Allah Tritunggal ditolak.



BENARKAH nama Yehuwa (YHWH) satu-satunya nama diri Tuhan? Pendapat Saksi-Saksi Yehuwa yang mengatakan bahwa nama Yehuwa adalah nama pribadi Allah satu-satunya dan pertama kali muncul di Kejadian 2:4 tidak sesuai fakta sejarah, sebab hal itu didasarkan versi kanon Ibrani Massoret yang dipakai sekarang yang sudah mengalami evolusi redaksional dalam proses penyalinannya, padahal menurut penelitian sejarah dan dinyatakan secara jelas dalam Alkitab sendiri, nama Allah semula adalah 'El/Elohim/Eloah'.


Y H W H


Kenyataannya, nama YHWH sebenarnya baru diperkenalkan kepada Musa di padang gurun dalam peristiwa Keluaran, sebab sebelum itu nama yang diakui dipakai oleh Allah adalah ‘El Shaddai’.

“Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: “Akulah TUHAN [YHWH]. Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa [El Shadday], tetapi dengan namaKu TUHAN [YHWH] Aku belum menyatakan diri.” (Kel.6:1-2, dalam kurung [...] bahasa Ibrani tambahan penulis).[ ]

Dari terang sejarah penyalinan Alkitab, kita mengetahui bahwa semula sebelum menyatakan diri dengan nama YHWH kepada Musa, Tuhan menyatakan diri dengan nama ‘El/Elohim/Eloah’ atau dalam ayat tersebut disebut ‘El Shaddai’.


NAMA SATU-SATUNYA?


Namun, sejalan dengan makin dipentingkannya nama YHWH sebagai nama satu-satunya oleh kelompok Yahudi tertentu, kemudian dalam proses penyalinan naskah, nama YHWH juga digunakan sebelum masa Musa pada Enos (Kej.4:26) untuk menunjukkan bahwa YHWH juga Tuhan umat manusia (Enos artinya manusia). Kemudian nama itu juga dikaitkan sebagai nama Tuhan atas semua ciptaan (Kej.2:4).

Sekalipun nama YHWH sudah diperkenalkan, dalam kitab para Nabi seperti Yesaya dan pada masa Pembuangan ke Babel, ternyata nama 'El' atau ‘Adonai’ juga masih sering dipakai sebagai sinonim bahkan pengganti YHWH.

Bandingkanlah hal ini dengan ungkapan 'El Elohe Yisrael' (Kej.33:20;46:3) dengan 'Yahweh Elohe Yisrael' (Kel.32:27;Yos.8: 30) yang keduanya berarti: 'Allahnya Israel adalah El/Yahweh’. Dalam ayat Kel.3:15 sebenarnya namanya adalah ‘El’, ini menunjukkan bahwa nama ‘El’ sejajark/ identik dengan nama ‘YHWH’.

Dari sini kita ketahui bahwa YHWH bukanlah nama satu-satunya sekalipun kemudian menjadi nama yang lebih diutamakan.


MENERJEMAHKAN YHWH?


Kenyataan lain bahwa nama YHWH boleh diterjemahkan dapat kita lihat dalam penulisan Septuaginta yang direstui Imam Besar Eliezer, dimana YHWH diterjemahkan Kurios, ini kemudian menjadi kata untuk menunjuk YHWH atau Adonai dalam Perjanjian Baru. Ayat-ayat Septuagintalah yang dibaca oleh Yesus ketika berada di Sinagoga (Yes.61:1-2).

Pembahasan Alkitab sebagai Firman Allah, dan nama YHWH dalam PL, Septuaginta dan PB dibahas dalam MSA-62.




4. KEPERCAYAAN TENTANG YESUS KRISTUS


Dalam ajaran SSY, Yesus dipercayai sebagai Kristus yaitu bahwa Yesus Kristus adalah Putra tunggal Allah, satu-satunya yang diciptakan langsung oleh Allah sendiri (1Yoh.4:9;Kol.1:13-16). Disebutkan pula bahwa: Yesus adalah yang pertama dari ciptaan-ciptaan Allah; karena itu, sebelum ia dikandung dan dilahirkan sebagai manusia, Yesus hidup disurga (Why.3:14; Yoh.8:23,5. Yesus menyembah Bapanya sebagai satu-satunya Allah yang benar; Yesus tidak pernah mengaku dirinya sama dengan Allah (Yoh.17:3;20:17;14:2. Yesus memberikan kehidupan manusia sempurnanya sebagai tebusan bagi umat manusia. Pengorbananya memungkinkan semua orang yang mempraktekkan iman di dalamnya untuk mendapat kehidupan kekal (Mrk.10:45;Yoh.3:16,36). Yesus dibangkitkan dari kematian sebagai pribadi roh yang tak berkematian (1Ptr.3:18;Rm.6:9). Yesus telah kembali (dengan mengalihkan perhatiannya sebagai Raja ke bumi) dan sekarang hadir sebagai roh yang mulia (Mat.24:3,23-27;25:31-33;Yoh.14:19).


MENARIK mengamati bahwa SSY alergi mengenai ke’Tuhan’an Yesus, sehingga berbagai usaha dilakukan untuk merendahkan Yesus dari ke’Tuhan’anNya. (lihat Yoh.20:28, band.Mzm.35:32)


YESUS CIPTAAN?


Salah satu usaha untuk merendahkan Yesus adalah dengan mempercayai bahwa Yesus adalah ciptaan, ciptaan yang pertama yang kemudian digunakan oleh Allah sebagai media penciptaan ciptaan lainnya.

Akibat dari usaha memasukkan doktrin ke dalam terjemahan Alkitab, maka setiap ayat Alkitab yang menunjukkan bukti ke’Tuhan’ –an Yesus dikaburkan (eisegese).

Sebagai contoh adalah rekayasa terjemahan ayat-ayat berikut yang diselipi kata ‘suatu’:

“Firman itu adalah Allah” direkayasa menjadi “Firman itu adalah suatu Allah” (Yoh.1:1).
yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan” direkayasa menjadi “yang walaupun berada dalam wujud Allah, tidak pernah merebut kedudukan, yakni agar ia setara dengan Allah.” (Flp.2:6)
“Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu .... Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia,” direkayasa menjadi ”Dia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung dari semua ciptaan; karena melalui dia segala perkara lain diciptakan di surga dan di bumi .... dia ada sebelum perkara lain dan melalui dia segala perkara lain ada.” (Kol.1:15-1


Di sini diselipkan kata ‘yang lain’ (other) yang dalam naskah aslinya tidak ada. (Pembahasan ini sudah diuraikan MSA-62)

Perhatikan dalam kitab Wahyu, Yesus disetarakan YHWH sebagai ‘Alpha & Omega’ (22:13;band.1:8; 21:6) dan ‘Awal & Akhir’ (1:17;2:8; band.21:6;Yes.44:6;48:12).


YESUS JUGA DISEMBAH


Banyak argumentasi SSY mengutip ayat-ayat ketika Yesus menjadi manusia (inkarnasi) untuk menunjukkan bahwa Yesus lebih rendah dari YHWH, sehingga dalam kemanusiannya Yesus juga menyembah Allah Bapa.

Perlu diketahui bahwa Yesus juga disembah bahkan oleh malaikat (Ibr.1:6; Why.1:17;5:14). SSY menyebut Yesus adalah titisan malaikat Mikhael, namun dari terang ayatayat di atas jelas bahwa malaikatpun menyembah Yesus jadi Yesus bukan malaikat Mikhael (band. Yud.1:9).


YESUS PENEBUS


Yesus Kristus adalah penebus yang melalui penebusannya manusia diampuni dosanya dan memperoleh hidup yang kekal (Yoh.3:16;Flp.2:5-11).

SSY tidak menyangkal penebusan Yesus namun itu dianggap tidak cukup dan harus dilengkapi dengan kepercayaan akan Yehuwa dan menjadi pekabar Firman Yehuwa. Yesus tidak menebus tuntas karena Ia bukan Tuhan.

Untuk merendahkan Yesus dari ke’Tuhan’annya setiap kata ‘kurios’ (yang dalam Septuaginta umumnya berarti Tuhan) yang dikaitkan dengan Yesus selalu diterjemahkan ‘TUAN’ namun bila dikaitkan YHWH diterjemahkan sebagai ‘Yehuwa’. (lihat MSA-62).

Alkitab dengan jelas menyebut Yesus bangkit secara lahir dan bukan secara roh, Ia bisa makan ikan dan dilihat secara jelas, berdialog, dan berani bila lubang di tangannya dicocok jari Tomas. Jadi argumentasi SSY yang menyebut saat itu roh Yesus menjelma terasa dibuat-buat.

Pada waktu kenaikan ke surga terlihat sebagai ‘Yesus dalam tubuh kebangkitan’ dan akan kembali dengan cara yang sama. Dalam Alkitab jelas disebut kedatangan Yesus ke-2X belum terjadi.


5. KEPERCAYAAN TENTANG ROH KUDUS


Roh Kudus bukan saja tidak dipercayai sebagai bagian dari ketritunggalan Allah yang Esa, namun Roh Kudus juga tidak dipecayai sebagai pribadi, tetapi hanya dianggap sebagai roh/enersi/tenaga/kekuatan yang keluar dari Allah Yehuwa .
“Roh suci adalah kuasa Allah yang tak nampak dan selalu giat menggerakkan para hambanya untuk melakukan kehendaknya. ... Perjanjian Baru mempunyai Perantara yang lebih baik, korban yang lebih baik, dan kuasa yang lebih kuat untuk kebenaran daripada kuasa Sepuluh Hukum yang diukir dengan huruf-huruf di atas batu. Padanya ada satu kemuliaan yang tidak akan gaib. Kuasanya untuk kebenaran ialah roh Allah atau daya tenaga yang aktif”. (Karena Allah itu Benar Adanya, h.112,197).



SSY dalam kaitan dengan ketidak percayaan mereka akan ajaran Alkitab mengenai Roh Kudus sebagai oknum Allah yang berpribadi, mempercayai roh kudus sekedar sebagai kekuatan/ enersi yang keluar dari Allah saja, karena itu sekalipun juga disebutkan dalam rumus baptisan SSY, roh kudus ditulis dalam huruf kecil semua.


PRIBADI


Bila kita melihat banyak bagian dalam Alkitab terdapat banyak petunjuk yang menunjukkan bahwa Roh Kudus adalah oknum atau pribadi, misalnya disebutkan bahwa Yesus menyebut Roh Kudus sebagai Penolong yang akan mengajar, bersaksi, berkata-kata, dan mendengar. (Yoh.14:16,26; 15:26;16:13).

Ayat-ayat itu sering ditafsirkan sebaliknya oleh SSY bahwa karena hikmat disebut mempunyai anak-anak (Luk.7:35, Bode), dan Dosa dan kematian dikatakan sebagai berlaku sebagai penguasa dan raja (Rm.5:14,21), sedangkan ketiganya tidak berpribadi, maka kutipan di atas hanya sekedar personifikasi dari roh yang tidak berpribadi.

Demikian juga ada ayatayat yang mengatakan bahwa roh itu berkatakata, namun ayatayat lain mengatakan bahwa ini dilakukan melalui malaikat atau manusia (Kis.4:24,25;28:25;Mat.10:19,20; band. Kis.20:23 dengan 21:10,11). Demikian juga 1Yoh.5:6-8 disebut bahwa air dan darah juga dikatakan memberi kesaksian. Ayat-ayat ini dianggap tidak menyatakan roh kudus sebagai pribadi. (Bertukar Fikiran mengenai Ayat-Ayat Alkitab, h.319).

SSY menyamakan Roh Kudus sekedar sebagai enersi layaknya chi, Kundalini, Tenaga Dalam yang dipercayai kebatinan. Kelihatannya ajaran SSY terpengaruh pengalaman Charles Taze Russel, pendirinya yang pernah mempelajari mistik timur seperti diakuinya (Saksi-Saksi Yehuwa Pemberita Kerajaan Allah, h.122), sebab konsep ‘roh’ mistik timur inilah yang dipercayainya.

Dalam konsep mistik timur roh memang dipercayai sekedar kekuatan semesta dan dalam Zen Buddhisme, roh manusiapun dianggap bukan pribadi dan akan musnah bila manusia mati.

Banyak ayat lain yang menunjukkan perbedaan antara ‘Roh Kudus’ dengan hikmat, dosa, kematian, dan air & darah yang bisa dipersonifikasikan, karena tidak pernah disebutkan bahwa mendukakan Roh Kudus yang memeteraikan (Ef.4:30) juga berlaku pada katakata non-pribadi yang lain itu.


ALLAH JUGA


Lebih-lebih ada hal yang tidak bisa diberlakukan pada kata-kata non-pribadi yang lain itu namun hanya bisa kepada pribadi yaitu adanya ucapan “menghujat Roh Kudus tidak akan diampuni” (Luk.12:10, band.Why.13:6;16:9).

Dalam ayat-ayat di atas jelas bahwa bukan saja Roh Kudus itu pribadi namun juga disamakan dengan Allah.

Luk.12:12 menyebutkan bahwa [/I] “pada saat itu Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan” [/I], menunjukkan dengan jelas bahwa Roh Kudus bukan hanya Allah, pribadi yang tidak boleh dihujat, namun bahwa ia akan mengajar dan bahkan mendikteapa yang akan kita katakan, sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh oknum/pribadi.

Dalam hubungan Roh Kudus sebagai pribadi, jelas terlihat pada beberapa ayat berikut:
Roh Kudus diutus Bapa dan Anak (Yoh.14:16;14:26;15:26) dan Roh Kudus bekerja

dalam Yesus Kristus (Luk.4:18;Mat.12: 2 dan Orang Percaya (Yoh. 3:6;Mat.10: 20). Demikian juga dalam pembaptisan Yesus kita melihat Roh Kudus digambarkan sebagai pribadi yang bisa bergerak menurut kemauannya sendiri (bagai burung Merpati). Ini tentu berbeda dengan kekuatan batin yang ada dalam pemikiran para mistikus dimana kekuatan itu harus diolah oleh manusia supaya bisa bekerja. Roh Allah juga ada sejak awal (Kej.1:2)

Dengan menyebut bahwa “roh kudus adalah enersi / kekuatan saja” , sebenarnya SSY telah mendukakan dan menghujat Allah Yehuwa.




6. KEPERCAYAAN TENTANG TRITUNGGAL



Ajaran ‘Tritunggal’ sangat ditentang oleh SSY karena Yehuwa dipercayai sebagai Allah yang Esa dan Kristus adalah ciptaan, sedangkan Roh Kudus tidak dipercayai sebagai pribadi, maka sekalipun dalam upacara pembaptisan disebut juga rumus dalam nama Allah, Bapa, Putra dan roh kudus, roh disini ditulis dalam huruf kecil karena dianggap sekedar tenaga dan kuasa Allah saja. Sekalipun Yesus dianggap sebagai ‘Anak Sulung’ dan ‘rekan penciptaan’, dikatakan bahwa Yesus tidak setara dengan Allah Yehuwa, akibatnya, ajaran Tritunggal tidak dikatakan sebagai ajaran Yesus atau Alkitab, melainkan ajaran Setan. Ajaran Tritunggal juga dianggap dipengaruhi agama Babel dan Mesir yang dimasukkan ke dalam gereja Kristen, dan tidak disebut dalam Alkitab.


AJARAN Tritunggal berkaitan dengan ajaran mengenai Allah YHWH, Yesus dan Roh Kudus, soalnya bila Yesus tidak diterima sebagai Tuhan dan Juru Selamat Satu-Satunya, dan bila Roh Kudus hanya dianggap sebagai kekuatan/enersi yang keluar dari Allah, maka tidak dipercaya Tritunggal.

Sebaliknya, bila kita mengamini pernyataan bahwa baik Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah Allah yang bekerja dalam kehidupan iman umat, maka soal Tritunggal adalah konsekwensi logis keyakinan tersebut.

Bila disebut bahwa istilah ‘Tritunggal’ tidak ada dalam Alkitab, itu memang benar, namun istilah kerajaan theokratis juga tidak dijumpai dalam Alkitab.

Rumus Baptisan yang menyebutkan sebagai dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus (Mat.28:19) jelas menunjukkan kesetaraan ketiganya sebagai pribadi yang nama-Nya patut kita sembah.


GNOSTIK


Selain pengaruh agama timur yang dipelajari oleh C.T. Russel, setidaknya ada dua aliran bidat pada awal kekristenan yang mempengaruhi pemikiran Charles Taze Russel pendiri SSY.

Gnostik adalah ajaran sinkretisme yang berpengaruh pada sekitar tahun-tahun kehidupan Yesus. Gnostik mengajarkan bahwa ada dua asal yang menghasilkan segala sesuatu, yaitu Allah yang menciptakan roh dan Demi Urgos yang menciptakan dunia materi.

Jadi, dalam Gnostik kekuasaan Allah dibatasi kekuasaan demi-urgos itu, dan Allah tidak pernah menyatakan diri. Allah Anak yang kemudian menjadi manusia, dalam gnostik termasuk dalam dunia roh, yang diciptakan oleh Allah.


ARIANISME


Mirip dengan Gnostik Arius (ca.320) mengemukakan bahwa Anak Allah adalah ciptaan dan sebagai firman (logos) ia bukan Allah juga bukan manusia biasa. Firman adalah ciptaan yang berada di antara Allah dan manusia, ia lebih rendah dari Bapa, namun diangkat sebagai ‘anak angkat’ dengan gelar ‘Anak Allah.’ Firman itu diciptakan pertama dan paling besar dari semua ciptaan, kemudian firman itu menciptakan langit dan bumi serta isinya.

Menurut Arius ada saatnya dimana firman itu tidak ada, kemudian diciptakan oleh Allah dan disebut ‘Allah’ juga. (hakim disebut ‘allah’ juga dalam Kel.7: 1;1Sam.2: 25;Mzm.82:1). Ajaran ini disebut Arianisme.

Arius dan pengikutnya salah karena menafsirkan situasi sementara dimana Yesus direndahkan menjadi manusia itu sebagai situasi permanen yang menunjukkan status Yesus sebenarnya.

Umumnya para bapak gereja menolak ajaran Arius yang dianggap tidak sesuai dengan Injil seperti Alexander, uskup Alexandria. Ajaran ini pada tahun 325 disalahkan dalam Konsili Nicaea. Namun putra raja Konstantin yang mempelopori Konsili itu membiarkan ajaran itu tetap ada.

Usaha Alexander dilanjutkan oleh Athanasius dan sekali lagi dalam Konsili Konstantinopel (381), ajaran ke’Allah’an Yesus kembali diteguhkan dan Arianisme mengalami kemunduran hingga menghilang pada tahun 650.

Dalam menghadapi bidat Arius itulah dirasakan perlunya ajaran ke’Allah’an Yesus dirumuskan dengan jelas yang kemudian diberi nama sebagai doktrin ‘Tritunggal.’

Pengajaran SSY merupakan kebangunan kembali semangat Gnostik dan Arianisme.


TRINITAS


Sebenarnya, pengertian Trinitas/Tritunggal mengungkapkan bahwa Allah Itu Esa (Ul.6:4; Gal.3:20), namun dalam keesaannya itu menyatakan diri dalam Tiga pribadi. Sekalipun demikian ke tiga pribadi itu sehakekat dalam kesatuan pemeliharaan Allah.

Dalam Kej.1:26;3:22;11:7, kita melihat TUHAN menyebut dirinya dalam bentuk jamak (Kita). Kej.1:1-2 menunjuk Allah Bapa dengan Roh terlibat dalam penciptaan sedangkan Yoh.1:1 menunjukkan Allah Bapa dan firman terlibat pada peristiwa yang sama.

Yesus juga disamakan YHWH sebagai ‘Alpha’ (Why.22:13;band. 1:8;21:6) dan ‘Awal’ (Why.1:17; 2:8; band.21:6;Yes.44:6;48:12).

Mzm.33:8 menyebut bahwa “oleh firman TUHAN langit telah dijadikan” sedangkan Yesus disebut sebagai firman yang menciptakan segala sesuatu (Yoh.1:1-1

Sekalipun disebutkan bahwa tidak seorangpun melihat Allah, TUHAN menyatakan diri sebagai Malaekat TUHAN (Malak Yahweh) yaitu tiga orang yang berrtemu Abraham (Kej.18:122). Yesus juga mengatakan bahwa Ia ada sebelum Abraham ada (Yoh.8:5.

Petrus mengaku Yesus sebagai Messias dan Anak Allah (Mat. 16:16). Thomas memanggil Yesus Tuhan dan Allah (Yoh.20:2. Paulus dalam salamnya menyebut dua oknum Allah Bapa dan Tuhan Yesus Kristus sebagai kesatuan terkait (1Kor.1:3). Demikian juga Yoh.14-16 menyebutkan oknum Roh Kudus sebagai pribadi yang menyatu dalam ke’Allah’an.

Sekalipun dalam Perjanjian Baru istilah Tritunggal tidak ada, petunjuk ke arah situ sangat jelas, seperti dalam peristiwa pembaptisan Yesus (Mat.3:16-17) dimana ketiga oknum itu menyatakan diri, demikian juga perintah agung penginjilan (Mat. 28:19) dengan jelas menyebutkan ke tiga oknum Allah dalam kesatuan.

Salam Paulus mengungkap keesaan tiga oknum (2Kor.13:14). Petrus menyebut Allah Bapa sebagai perencana, Roh sebagai pengudus, dan Yesus sebagai penebus (1Pet.1:2;band.Yes.48:16-17).

Jadi, ketritunggalan Allah berkaitan dengan pemeliharaan dan penebusan Allah yang menyeluruh kepada manusia. Yes.40 mengungkapkan ketiga oknum Allah bersama-sama dalam karya keselamatan (band.1Kor.12:3-6).

Dari beberapa contoh ayat di atas kita dapat melihat bahwa pengertian Trinitas/Tritunggal sudah tersirat baik dalam Perjanjian lama maupun Perjanjian Baru, dan sekalipun tidak dirumuskan dalam suatu rumusan doktrin tertentu, dapat dilihat bahwa disadari atau tidak, jemaat pada masa Yesus dan para Rasul sebenarnya sudah mengakui ketritunggalan Allah.

Perkembangan doktrin ini pada sekitar abad ke-4 bukanlah merupakan perumusan doktrin baru, namun merupakan upaya memperjelas apa yang sudah dipercayai gereja secara umum menghadapi pandangan Gnostik dan Arianisme yang menyimpang.

Sebenarnya penjelasan soal Trinitas tidak perlu disertai perumusan yang direka-reka yang kemungkinannya malah bisa menimbulkan tafsiran yang keliru, sebab sebenarnya Alkitab sendiri cukup banyak contohnya.

Quote    Reply   

#4 [url]

Nov 17 05 1:54 PM

7. KEPERCAYAAN TENTANG SETAN & NERAKA


SSY mempercayai hakekat Setan dimana dikatakan bahwa Setan adalah “penguasa dunia ini” yang tidak kelihatan (Yoh.12:31;1Yoh.5:19). Semula, ia adalah anak Allah yang sempurna, tetapi ia membiarkan perasaan-perasaan menganggap diri penting berkembang dalam hatinya, mengidamkan penyembahan yang seharusnya hanya diberikan kepada Yehuwa, dan menggoda Adam dan Hawa untuk menaati dia sebaliknya daripada mendengarkan Allah. Dengan demikian ia menjadikan dirinya Setan, yang berarti “Penentang” (Yoh.8:44;Kej.3:1-5;bandingkan Ulangan 32:4,5; Ykb.1:14,15;Luk.4:5-7). Setan “menyesatkan seluruh dunia”; ia dan hantu-hantunya bertanggung jawab atas meningkatnya kesusahan di bumi di akhir zaman ini (Why.12:7-9,12), dan Pada waktu yang ditentukan Allah, Setan dan hantu-hantunya akan dibinasakan selama-lamanya (Why.20:10;21:. Tentang Neraka, SSY tidak mempercayai ajaran Kristen mengenai api yang kekal, melainkan neraka hanya tempat perhentian dalam pengharapan. Neraka hanya dianggap sebagai terjemahan Syeol (bhs. Ibrani) dan Hades (bhs. Yunani) yang adalah kuburan umum umat manusia (Ayb.14:13; “Dy”; Why.20:13,14, “KJ”, margin). Gehena atau “Lautan Api” , dimengerti sebagai tempat pemusnahan saja, tempat pembuangan orang-orang jahat yang tidak lagi dapat diperbaiki mengartikan, seperti Alkitab sendiri katakan, “kematian kedua”, kematian selama-lamanya (Why.21:. Lebih lanjut, SSY berpendapat bahwa pengajaran mengenai suatu neraka penyiksaan sebagai memfitnah Allah dan berasal dari Setan.


KONSEP SSY mengenai Setan diambil dari ayat-ayat Alkitab dan dianggap sebagai penguasa dunia yang tidak kelihatan.

Yang menarik untuk diketahui adalah bahwa SSY menganggap bahwa segala sesuatu yang menentang kegiatan SSY atau bertentangan dengan ajaran mereka dianggap sebagai ciptaan setan, seperti gereja dan pemerintah dianggap sebagai organisasi ciptaan setan, demikian juga ajaran Tritunggal disebut pula sebagai ciptaan setan. Demikian juga ajaran tentang neraka disebut SSY sebagai berasal dari setan.

Dalam konsep SSY, Setan atau Iblis juga akan dimusnahkan, padahal Alkitab menyebut bahwa ia akan disiksa selama-lamanya (Why.21:.


SYEOL/HADES


SSY menafsirkan Syeol (bhs. Ibrani) atau Hades (bhs.Yunani) sekedar sebagai kuburan tempat orang mati menunggu saat kebangkitan.

Dalam pengertian Perjanjian lama memang Syeol tidak terlalu rinci dijelaskan seperti halnya dalam Perjanjian Baru, namun jelas bahwa itu menunjukkan bahwa roh manusia akan hidup terus setelah kematian jasmaninya. Mati bukan hanya sekedar tidur rohani, namun seseorang masih memiliki kesadaran sekalipun tidak dapat berbuat apa-apa.

Hades, Syeol dalam bahasa Yunani, digunakan PB untuk menyebut neraka juga.
Kita melihat bahwa dalam konsep Perjanjian Baru, Syeol/ Hades sudah memperlihatkan pemisahan yang menggambarkan suasana firdausi dan suasana nerakawi (Luk.23:43;16:1931), jadi bukan sekedar sebagai kuburan tempat menunggu.


GEHENNA


Konsep neraka yang dalam bahasa asli Yunaninya disebut gehenna dan tartaros hanya dianggap oleh SSY sebagai lautan api pemusnahan dan bukan lautan api kekal tempat hukuman kekal.

Dalam Alkitab disebutkan bahwa tempat itu merupakan tempat hukuman dimana api menyala-nyala (Mat.5:22,29,30;18: 9;23:15,33;Yak.3:6), tempat pembinasaan tubuh dan jiwa (Mat. 10:2.

Neraka juga disebut sebagai tempat pembuangan dengan api yang tidak terpadamkan dimana ulat tidak mati (Mrk.9:43,45,47), dimana manusia memperoleh hukuman dijauhkan dari Tuhan selama-lamanya (2Tes.1:9).

“Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.” (Mrk.25:46)

Dari ayat-ayat itu dapat disimpulkan bahwa tempat itu adalah tempat dimana api menyala secara kekal namun ulatpun tidak mati, dan mereka yang dibuang ke situ akan dijauhkan dari Allah selama-lamanya sebagai hukuman.

Gambaran neraka yang kekal juga selain panas oleh api yang menyala-nyala namun juga digambarkan sebagai gua yang dalam dan gelap yang kekal (tartaros, 2Ptr.2:17;Yud.13).

Yohanes menyebutkan bahwa neraka itu tempat hukuman dengan api menyala-nyala oleh belerang (Why.19:20), tempat siksaan selama-lamanya bersama Iblis (Why.20:10), dan disebut sebagai kematian yang kedua kali (Why. 21:.




8. MANUSIA, KEMATIAN, & KESELAMATAN


Ajaran SSY menyebutkan bahwa Manusia mewarisi dosa Adam dan akan mati karenanya (Rm.5:12;6:23), namun hanya ada satu jalan menuju kehidupan; tidak semua agama atau praktek agama diperkenan oleh Allah (Mat.7:13-14;Yoh.4:23,24;Ef.4:4-5). Manusia adalah mahluk yang diciptakan Tuhan sebagai gabungan debu tanah dan nafas Allah, kemudian ditafsirkan bahwa gabungan itulah yang menjadikan manusia atau dengan kata lain menusia adalah jiwa. SSY juga mempercayai bahwa pada saat kematian, jiwa itu juga mati (Yeh.18:4, “Klinkert”), dan Orang-orang mati sama sekali tidak sadar (Mzm.146:4;Pkh.9: 5,10). Namun SSY beranggapan bahwa kematian di dunia hanya merupakan tidur rohani, yang akan digenapi kelak pada penghakiman terakhir, dimana kematian berarti “musnah.” Berbeda dengan binatang sebagai mahluk hidup atau jiwa yang akan mati bila tubuh telah mati, SSY tidak percaya akan kehidupan kekal manusia sesudah kematian, kecuali kalau dibangkitkan oleh Yehuwa pada kebangkitan kedua. Kebangkitan adalah harapan bagi orang-orang mati dan bagi mereka yang telah kehilangan orang-orang yang dicintai dalam kematian. (1Kor.15:20-22;Yoh.5:28-29; bandingkan Yoh.11:25,26,38-44;Mrk.5:35-42), dan kematian akibat dosa Adam tidak akan ada lagi (1Kor.15:26;Yes.25:8Why.21:4). Namun, kebangkitan hanya dianugerahkan kepada Saksi-Saksi Yehuwa yang setia melayani Yehuwa, sebagian 144.000 umat pilihan akan naik ke surga dan akan memerintah bersama Yesus sedangkan sisanya tinggal dalam firdaus di bumi.


BAGI SSY, manusia tidak berbeda dari binatang secara hakekat, yaitu adalah gabungan dari debu dan nafas Allah dan menjadi ‘jiwa’ atau ‘manusia’, jadi kenyataan bahwa manusia memiliki roh yang kekal tidak dipercaya.


MANUSIA & KEMATIAN


Karena manusia tidak memiliki roh yang kekal, kematian berarti ‘tidur rohani’ (rohnya tidak mati melainkan tertidur), dan baru pada kematian kedua pada saat penghakiman Tuhan, manusia mengalami kematian kedua bila ia tidak diselamatkan. Manusia atau jiwa itu akan dimusnahkan.

Dalam Alkitab dinyatakan bahwa manusia yang mengalami kematian jasmani, rohnya tidak tidur melainkan sadar namun tidak berdaya (Luk.16:19-31)

Konsep bahwa roh manusia tidak kekal menunjukkan bahwa ada pengaruh ajaran Zen Buddhisme dalam kehidupan Charles Taze Russel, pendiri SSY, yang memang mengaku mempelajari agama-agama Timur. Dalam konsep Buddhisme manusia yang mati akan musnah semacam lilin yang bila telah habis dan nyalanya padam maka hilanglah lilin itu.

Namun yang aneh dari ajaran ini adalah bahwa kalau dibangkitkan oleh Yesus, roh itu dapat hidup kekal. Alkitab dengan jelas menyebut mengenai eksistensi roh manusia yang melawan Tuhan yang akan dihukum dalam nyala api belerang dalam siksaan selama-lamanya (Why.20:10), jadi sekalipun tidak diselamatkan oleh Kristus, roh manusia tetap akan kekal tetapi dalam hukuman.


KESELAMATAN


Penebusan manusia oleh darah Yesus yang dilunaskan di kayu salib tidak dipercayai oleh SSY. Yesus dianggap mati di tiang siksaan, dan kemudian mati, dan dibangkitkan dalam keadaan roh saja. Jadi Yesus tidak benar-benar menebus dosa manusia, dan manusia harus melakukan perbuatan baik untuk memperoleh hidup kekal dalam kerajaan theokratis atau akan musnah/ habis (annihilation).

Memang dalam literatur SSY disebut bahwa SSY menerima penebusan Kristus, namun penebusan itu belum tuntas. SSY tidak menerima karya salib Yesus sebagai kunci keselamatan manusia, tetapi keselamatan manusia adalah usaha amal baik manusia itu sendiri dengan menjadi SSY yang rajin memberitakan ajaran Yehuwa. Iman hanya sekedar mempercayai keadaan demikian dan menyerahkan diri kepada Yehuwa sebagai Saksi Yehuwa.


Dalam Alkitab dengan jelas disebutkan bahwa:

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yoh.3:16).

Amal baik tidak dapat menyelamatkan karena manusia diselamatkan oleh anugerah Allah:

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau supaya kita hidup di dalamnya.” (Efs.2:8-10).


Keselamatan hanya dalam Tuhan Yesus Kristus (Kis.4:12).




9. PEMERINTAHAN DUNIA & KERAJAAN ALLAH


Saksi-Saksi Yehuwa menganjurkan pengikutnya agar kalangan berwewenang duniawi harus diperlakukan dengan respek yang sepatutnya (Rm.13:1-7;Tit.3:1-2). Namun, sekalipun kelihatannya pemerintahan dunia keberadaannya diterima, SSY mempercayai bahwa Kerajaan Allah dibawah Kristus akan menggantikan seluruh pemerintahan manusia dan akan menjadi satu pemerintahan untuk seluruh umat manusia (Dan.7:13,14). Disebutkan bahwa: Umat Kristen sejati tidak ikut dalam pemberontakan melawan wewenang pemerintahan (Ams.24:21,22;Rm.13:1), dan mereka mematuhi semua hukum yang tidak bertentangan dengan hukum Allah, tetapi ketaatan kepada Allah diutamakan (Kis.5:29). SSY meniru Yesus dengan tetap netral dalam urusan-urusan politik dunia (Mat.22:15-21;Yoh.6:15). Sistem segala perkara yang jahat yang ada sekarang akan dihancurkan sepenuhnya (Dan.2:44;Why. 16:14,16;Yes.34:2). Orang-orang jahat akan disingkir-kan selamanya, dan para penyembah Yehuwa akan menikmati keamanan kekal (Ams.2:21-22;Mzm.37:9-11;Mat.25:41-46;2Tes.1:6-9;Mi.4:3-5). Kerajaan Allah akan memerintah dengan keadilbenaran dan akan membawa perdamaian yang sejati kepada rakyatnya (Yes.9:5-6;11:1-5;32:17;Mzm.85:11-13).


AJARAN SSY mengenai pemerintahan, baik pemerintahan duniawi (negara) maupun pemerintahan gereja (susunan Kristen, terutama kepausan Roma Katolik) menunjukkan dengan jelas adanya sikap eksklusifisme dan elitisme aliran tersebut.

SSY membagi dua Kerajaan Duniawi (negara dan gereja) dan Kerajaan Allah atau Theokratis, bahkan perumpamaan ‘Domba dan Kambing’ (Mat.25) dianggap bahwa kambing adalah warga dunia dan domba adalah SSY.

Pada awalnya, SSY mengemukakan bahwa:

“pemerintah-pemerintah dunia maupun organisasi gereja adalah alat iblis.”

Tahun 1914 oleh Charles Taze Russel dianggap sebagai Akhir Zaman Orang Kafir, dimana pemerintahan dunia dan susunan Kristen akan dihancurkan, dan dimulailah Kerajaan Theokratis.

Demikian pula Kain dianggap mencerminkan pemerintahan dunia yang membunuh SSY pertama yaitu Habel.


PEMERINTAHAN DUNIA


Pandangan SSY terhadap pemerintahan dunia semula sangat negatif dan menganggap semua pemerintahan adalah ciptaan Iblis Lucifer, ini menimbulkan hubungan tidak harmonis dengan pemerintahan pada umumnya, sehingga dapat dimaklumi mengapa di banyak negara SSY sangat dimusuhi bahkan di Jerman dibawah Hitler, ribuan SSY dimasukkan kamp konsentrasi.


Namun, kemudian sifat kompromi dan pengajaran yang berubah-ubah mengubah sikap SSY menjadi lebih lunak sekalipun secara prinsip SSY tetap menganggap bahwa negara adalah alat Iblis yang akan dihancurkan dan digantikan pemerintahan Yehuwa.

Memang benar bahwa negara dapat menjadi alat Iblis (Why.13) tapi negara juga dapat menjadi hamba Allah yang berguna (Rm. 13), karena itu membagi dua SSY sebagai alat Allah dan negara alat Iblis merupakan sikap elitis yang tidak menyadari kelemahan diri.

Kita patut kagum akan keberanian SSY dalam menolak wajib militer dan menentang pemerintahan Hitler, namun kalau semua pemerintahan negara dan pemimpinnya dianggap sama dengan Hitler, jelas menunjukkan bahwa itu adalah sikap fanatisme yang menutup mata.


GEREJA SUSUNAN KRISTEN


Bagi SSY, setiap penganut agama adalah hamba Iblis, lebih-lebih para pendeta, teolog, teristimewa Paus. Agama yang diatur dalam suatu organisasi dianggap pelacuran terbesar.

Bahwa gereja susunan Kristen tetap berdiri dan berkembang sekalipun diramalkan bahwa pada tahun 1914 akan dimusnahkan menunjukkan bahwa gereja bukanlah seperti gambaran SSY.

Kita dapat melihat bahwa dibandingkan dengan SSY, gereja RK lebih-lebih gereja lainnya dalam banyak hal lebih demokratis. Faktanya pemerintahan theokratis SSY sangat otoriter dan diktator.

Kerajaan Theokratis SSY tidak beda dengan kerajaan dunia lainnya termasuk gereja Kristen, soalnya kerajaan ini dipimpin oleh manusia dengan kelemahannya pula, namun itu tidak berarti bahwa gereja adalah institusi iblis.

Yesus sendirilah yang mendirikan gereja (Mat.16:1, dan Dia-lah kepala tubuh itu (1Kor.12:12-31;Efs.5:23), karena itu menyebut Iblis sebagai pencipta gereja sama halnya dengan menghujat Yesus!

Bahwa SSY tidak menggunakan istilah Gereja melainkan Sidang (yang artinya sama ekklesia) menunjukkan bahwa SSY bukan bagian tubuh Kristus



10. AKHIR ZAMAN


Saksi-Saksi Yehuwa percaya bahwa sejak tahun 1914, manusia hidup di “akhir zaman” dari dunia yang jahat ini (Mat.24:3-14;2.Tim.3:1-5;Dan.12:4). Namun suatu “kawanan kecil”, hanya 144.000 orang pergi ke surga (Luk.12:32;Why.14:1,3), dan Orang-orang lain yang diperkenan Allah akan hidup kekal di bumi (Mzm.37:29;Mat.5:5;2Ptr.3:13). Disebutkan bahwa selama jangka waktu sejak tahun 1914, kesaksian diberikan kepada segala bangsa; setelah itu akan datang kesudahan, bukan dari bola bumi, tetapi dari sistem jahat dan orang-orang yang tidak saleh (Mat.24:3,14; 2Ptr.3:7;Pkh.1:4). Saksi-Saksi Yehuwa adalah mereka yang “dilahirkan kembali” sebagai putra-putri rohani Allah (Yoh.3:3;1Ptr.1:3,4), dan diantaranya Allah memilih 144.000 orang dari antara segala suku dan bangsa untuk memerintah sebagai raja-raja bersama Kristus dalam Kerajaan Yehuwa (Yoh.3:3;1Ptr.1:3,4). Sisa-sisa SSY yang tidak termasuk 144.000 umat pilihan akan hidup kekal di bumi, sebab bumi tidak akan pernah dihancurkan atau dikosongkan (Mzm.104:5; Yes.45:1 dan selaras dengan maksud tujuan Allah yang semula, seluruh bumi akan menjadi firdaus (Kej.1:27,28;2:8-9;Luk.23:42-43) dimana akan ada rumah-rumah yang layak dan kelimpahan makanan untuk dinikmati oleh semua orang (Yes.65:21-23;Mzm.72:16), dan penyakit, segala macam cacat, dan bahkan kematian itu sendiri akan berlalu (Why.21:3-4;Yes.35:5,6).


PANDANGAN Saksi-Saksi Yehuwa mengenai akhir zaman atau hari kiamat merupakan ajaran sentral sejak awalnya dan ini didukung dengan nubuatan-nubuatan Alkitab. Ini terlihat dari fakta bahwa sedini awal terbentuknya SSY, kedatangan Yesus sudah ditunggu dan tahun 1879 Russel menerbitkan majalah ‘Zion’s Watch Tower and Herald of Christ Presence” dan buku-buku seperti ‘Milenial Dawn’ (Fajar Milenium, yang kemudian diganti judulnya ‘Studies in the Scriptures’) umumnya mengungkapkan pokok-pokok pemikiran mengenai Akhir Zaman.


KAPAN YESUS DATANG KEMBALI?


SSY mengikuti ramalan Charles Taze Russel mempercayai bahwa sebenarnya Akhir Zaman (the time of the end) sudah dimulai pada tahun 1799 kemudian disusul dengan kedatangan Yesus dalam keadaan roh dan tidak kelihatan ke bumi pada tahun 1874.

Setelah persiapan selama 40 tahun, Yesus melakukan perang besar yang disebut Harmagedon (Why.16:14-16). Perang itu berakhir pada bulan Oktober 1914 sebagai akhir dunia (the end of the world) dimana kerajaankerajaan dunia dan kerajaan gereja (susunan Kristen) akan dimusnahkan atau berakhirnya ‘Zaman Orang Kafir’. Disebutkan bahwa “This is another strong coroborative proof of the Lord’s Presence and the end of the world, beginning in 1914”.

Pada tahun 1914 berakhirlah dunia atau kiamat (end of the world) dan memasuki masa pemerintahan Kristus dalam kerajaan 1000 tahun. Yesus dianggap mulai memerintah kerajaan 1000 tahun dan iblis dicampakkan ke bumi dalam perang Armagedon. Ayat-ayat Mat.25:31-46 mengenai perumpamaan Domba dan Kambing ditafsirkan secara alegoris bahwa domba-domba adalah SSY dan kambing-kambing adalah para pengikut agama palsu.

“Kristus kembali sebelum pemerintahannya seribu tahun yang tak dapat dirintangi itu mulai untuk menaruh semua musuhnya di bawah kakinya pada peperangan Armagedon” (Karena Allah Itu Benar Adanya, h.211)

Setelah setan dicampakkan maka 144.000 SSY terpilih akan memerintah bersama Yesus di sorga dan sisa lainnya akan hidup dalam suasana damai sejahtera di firdaus di bumi. Suatu pengharapan utopia yang merupakan dambaan SSY. Jadi, SSY diperhadapkan dengan kengerian perang Harmagedon dan daya tarik surgawi dan firdaus di bumi dimana terjadi kebangkitan orang mati dan terdapat perdamaian antar manusia dan dengan hewan (Yes.11:6-9). Semua penganut agama palsu akan dimusnahkan (tidak dipercayai adanya neraka).

Ramalan SSY didasarkan tafsiran alegoris atas angka-angka dalam Alkitab (terutama Daniel & Wahyu) Angka 1914 diperoleh dari perhitungan angka 2520 (Why.12: 6,14) dan juga hukuman 7 kali lipat (Imm.26:1 yang dianggap 7X360 hari (1 tahun).

Yang menjadi masalah angka 2520 itu dianggap dimulai ketika Babel menghancurkan Yerusalem pada tahun 607/606sM, padahal tahun itu fiktif. Data sejarah menyebut tahun itu 587/6sM. Banyak anggota SSY yang terbuka akan kebenaran sejarah ini mengundurkan diri dari SSY, namun yang lain tetap menggunakan tahun fiktif itu sebagai pengajaran sampai sekarang. Demikian juga mengartikan angka 2520 sebagai angka petunjuk jelas lebih didasarkan spekulasi angka-angka Alkitab daripada kebenaran firman itu sendiri.

Kecuali Perang Dunia I yang singkat, dan tidak menunjukkan bahwa nubuatan Why.11:18 tentang pembinasaan bumi termasuk kerajaan dunia dan gereja terbukti, menyebabkan ramalan SSY direvisi kembali. Russel mengundurkan tahun itu menjadi 1915 dan setelah tahun ini juga terlewati, sebelum meninggal tahun 1916 ia merevisinya menjadi tahun 1918.

Kegagalan Russel meramalkan akhir dunia tidak menyurutkan penerusnya, Rutherford, untuk meramalkan akhir dunia. Dengan berapi-api setelah dilantik sebagai penerus Russel (1917), ia meramalkan bahwa akhir dunia akan terjadi tidak lama lagi yaitu pada tahun 1925.

Dalam bukunya ‘Millions Now Living Will Never Die,’ pada tahun mana disebut bahwa Abraham, Ishak dan Yakub akan dibangkitkan dalam kesempurnaannya agar memerintah di bumi. Sekalipun pada tahun itu tetap tidak terjadi apa-apa, fanatisme akhir zaman yang dianggap akan terjadi dalam waktu dekat mendorong SSY pada tahun 1929 membeli kompleks rumah di San Diego yang diberi nama Beth Sarim (rumah pangeran) yang dianggap tempat yang akan digunakan sebagai pusat pemerintahan mereka yang akan dibangkitkan.

Penantian masa dimulainya pemerintahan Kristus yang tidak kunjung tiba sempat membuat ribuan anggota SSY berduyunduyun berdatangan ke Amerika dari Eropah untuk menanti hari kebangkitan kedua itu dan karena tidak terjadi kemudian menjadi masalah sosial besar bagi pemerintah Amerika Serikat menghadapi orang-orang frustrasi yang banyak itu.

Ribuan SSY pada tahun-tahun itu berhenti dari pekerjaan, menjual rumah dan mobil mereka bahkan banyak petani tidak lagi mau menanam gandum. Diselingi masa depresi tahun 1930 benar-benar ramalan kiamat ini menjadi sensasi berat pada masa itu. Situasi itu berakibat banyaknya orang sadar bahwa mereka mengikuti suatu agama buatan manusia yang bersifat spekulatif dan kemudian meninggalkan organisasi theokratis itu yang semula menarik mereka.

Penerus kepemimpinan SSY setelah kematian Rutherford adalah Nathan Homer Knorr yang memerintah dari tahun 1942-1977. Dibawah kepemimpinan Knorr, fanatisme kiamat itu tidak juga reda, namun tahunnya yang bergeser. Diperhitungkan kemudian, bahwa sebenarnya Adam diyakini diciptakan pada tahun 4026sM dan 6000 tahun akan berakhir pada tahun 1975 dimana kerajaan 1000 tahun akan benar-benar berdiri dimana Kristus akan memerintah.


PERANG HARMAGEDON


Kembali pada tahun 1975 tidak terjadi apa-apa. Salahnya ramalan akhir dunia/kiamat yang sudah berkali-kali itu tidak membuat SSY menyadari kesalahan fanatisme mereka, dikembangkan kembali pendapat bahwa tahun 1914 adalah tahun yang benar namun dengan kandungan isi yang disesuaikan, yaitu hari itu bukan sebagai hari akhir dunia/kiamat (Akhir Zaman orang kafir) tetapi sebagai permulaan kerajaan 1000 tahun yang pada akhirnya nanti baru terjadi kiamat dengan perang harmagedonnya. Jadi, bila semula perang Harmagedon diramalkan terjadi pada tahun 1914, sekarang diramalkan bahwa perang itu akan terjadi pada akhir masa 1000 tahun setelah 1914.

Kembali di sini kita dapat melihat betapa SSY menggunakan Alkitab sebagai buku primbon yang angka-angkanya dijadikan teka-teki kronologi sejarah, dan bila ramalan semula tidak benar selalu ada tahun kambing hitam lainnya yang direka-reka untuk memuaskan keinginan manusiawi, atau dengan alasan bahwa ‘kredo SSY sebenarnya bersifat progresif’ yang membenarkan bahwa ‘pengajaran bisa berubah-ubah.


APA KATA ALKITAB?


“Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba. Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga!” (2Tes. 2:1-3). Tuhan Yesus berfirman:

“Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.” (Kis.1:7).

Sebenarnya SSY dapat belajar terbuka (jadi tidak mengikuti indoktrinasi pusat di ‘Bethel’ yang sudah terbukti banyak salahnya), yaitu dengan belajar dari terjemahan Alkitab yang sesuai kaidah bahasa seperti yang dimiliki oleh umat Kristen, tentu mereka tidak perlu setiap kali merevisi nubuatan-nubuatan rekaan manusia yang selalu salah itu dan mau dengar-dengaran akan sabda Roh Kudus sendiri yang menerangi umatnya dalam mengerti Firman Allah.

“tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam namaKu, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” (Yoh.14:26).




11. BERKOMUNIKASI DENGAN SAKSI-SAKSI YEHUWA


Setelah kita mempelajari secara ringkas apa yang dipercayai oleh Saksi-Saksi Yehuwa, marilah kita sekarang mempersiapkan diri dalam menghadapi mereka dan bagaimana sebaiknya kita berkomunikasi dengan mereka. Untuk itu kita perlu mengetahui langkah-langkah SSY dalam pekabaran ajaran mereka sehingga kita dapat memetik hikmah dari hal itu.


BELAJAR dari cara-cara dinas pekabaran yang dilakukan oleh SSY sangat membantu kesiapan kita dalam memberitakan Injil Yesus Kristus yang sebenarnya.


LANGKAH-LANGKAH PELAYANAN SSY


Mengenai praktek kegiatan SSY, kita dapat melihat beberapa langkah yang mereka lakukan, yang dapat disebut sebagai program tujuh langkah indoktrinasi, yaitu sebagai berikut:

Biasanya mereka datang berdua atau lebih dan mengajak seseorang untuk membicarakan masalah-masalah hidup yang menarik, dan kemudian menawarkan majalah seperti Sedarlah, Menara Pengawal, dan buku-buku lainnya, baik dengan cuma-cuma atau penggantian biaya yang cukup murah;

Bila pada kunjungan pertama SSY diterima masuk oleh seseorang di rumahnya dan seseorang tertarik akan bukubuku tersebut, maka langkah berikutnya adalah kunjungan kembali untuk mendiskusikan lebih lanjut bahan-bahan majalah tersebut;

Ajakan untuk berlangganan majalah Sedarlah atau Menara Pengawal, dilanjutkan ajakan untuk melakukan ‘Pelajaran Alkitab’ di rumah seminggu sekali dengan bahan-bahan dari majalah di atas;

Selanjutnya calon akan diajak untuk mengikuti ‘Persekutuan Wilayah’ yang diadakan seminggu sekali yang dikoordinasikan oleh organisasi. Pada pertemuan wilayah inilah proses indoktrinasi mulai berjalan dengan seksama;

Bila pertemuan ini sudah diikuti dengan baik, maka saudara-saudara baru itu diajak untuk melanjutkan dalam pertemuan di Balai Kerajaan seminggu sekali pada hari minggu. Di sini mereka dipersiapkan untuk menjadi seorang Saksi Yehuwa yang baik untuk mengabarkan ajaran Saksi Yehuwa kepada orang lain;

Pada langkah berikutnya, calon sudah dianggap cukup setia untuk diajak mengikuti pertemuan kebaktian di Balai Kebaktian untuk membahas bahan-bahan organisasi SSY dengan lebih mendalam dan untuk ikut dalam penyebaran ajaran-ajaran Saksi-Saksi Yehuwa dengan kemampuan untuk menggali dana untuk organisasi melalui penyebaran literatur;

Bila sampai langkah ke-enam seseorang sudah cukup setia, maka selanjutnya ia akan dibaptis selam dalam nama Allah, Bapa, Putra dan roh Kudus (dalam pengertian roh hanya tenaga dari Allah), namun berbeda dengan baptisan Kristen yang melambangkan pertobatan dari dosa dan menerima pengampunan dan penebusan Kristus dan masuk dalam persekutuan tubuh Kristus dimana Yesus Kristus adalah kepala tubuh, baptisan SSY dimasukkan sebagai peresmian masuknya seseorang ke dalam kerajaan Theokratis.

Mereka yang mengikuti kegiatan SSY umumnya menghabiskan waktu sampai 5 jam seminggu secara teratur dalam tiga hari pertemuan, karena itu kita dapat melihat bagaimana mereka secara pelahan-pelahan namun pasti dibawa ke dalam doktrin Saksi-Saksi Yehuwa, dan bila seseorang telah teruji kesetiaannya dan kemudian menerima baptisan untuk masuk dalam kerajaan theokratis, mereka sudah terjerat pada indoktrinasi pengajaran Saksi-Saksi Yehuwa sehingga sudah sulit untuk mengubah keyakinan mereka. Mereka yang telah dibaptis, pada taraf ini mereka sudah terikat pada pemerintahan teokrasi dan sudah terlatih sekali dalam berdiskusi dan siap untuk mengajak orang lain pula untuk mengikuti proses semula.


MEMPERKENALKAN TUHAN YESUS KRISTUS KEPADA SAKSI-SAKSI YEHUWA


Setelah melihat bagaimana pengajaran SSY tidak sesuai dengan Alkitab, Firman Allah, maka kita harus introspeksi bagaimana kita dapat mendekati mereka dengan semangat yang sama.

Kita harus sadar bahwa tertarik kepada SSY berarti akan memasuki suatu pengajaran baru yang bertentangan dengan pengajaran Kristen pada umumnya.

- Menyangkali Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat;
- Menghujat Roh Kudus karena menganggapNya sekedar sebagai tenaga yang keluar dari Allah;
- Meninggalkan kehidupan kasih dalam perjamuan kudus (hanya 144.000 SSY yang masuk surga dapat mengikuti Perjamuan Suci dan jumlah itu sudah terpenuhi);
- Mengisolir diri dari persekutuan Kristen di gereja dan bersikap antipati dengan mereka;
- Dari kemerdekaan yang telah diperoleh dari Kristus, menghambakan diri kepada peraturan-peraturan kerajaan manusia yang otoriter (Gal.5: 1,13-14).
- Sekarang, bagaimana kita berkomunikasi dengan SSY ?

Kita harus sadar bahwa SSY dilatih dengan seksama oleh organisasi theokratis dan belajar pengajaran mereka banyak jam dalam seminggu;

Bila kita menyadari hal itu, maka bila kita belum siap dengan pengertian Alkitabiah akan kepercayaan kita, lebih baik dengan sopan santun kita menolak mereka, dan untuk kemungkinan di lain waktu, mintalah ‘kartu nama’ atau ‘nama & alamat mereka’;

- Kunjungan SSY harus dijadikan cermin dan alat pacu bagi kita untuk mempelajari Alkitab dengan lebih tekun;
- Bila kita sudah lebih siap, kita dapat mengundang mereka masuk dengan ramah, namun bukan dengan kesiapan untuk mendengar ‘apa kata mereka’, tetapi ‘apa kata Tuhan’, yaitu dengan sikap:
- Bersaksi kepada SSY tentang Yesus dan kehidupan kita denganNya. SSY jarang mendengarkan kesaksian Kristen;
- Bersaksi kepada SSY mengenai persekutuan Kristen yang indah yang tidak seperti yang mereka bayangkan selama ini;
- Mengajak mereka berdoa dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Biasanya mereka menolak dan pulang karena mereka hanya berdoa kepada Alllah Yehuwa;
- Bila kita siap atau ‘terpaksa’ untuk berdiskusi, layanilah SSY dengan Alkitab terbitan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI, bukan Alkitab SSY-NW) bila mereka datang kembali:
- Yakinkan bahwa Alkitab Kristen adalah terjemahan yang benar dan bukan penafsiran seperti Alkitab SSY (NW). Pelajarilah MSA-62 “SSY & Alkitab.”
- Tunjukkanlah pada mereka bahwa Yesus adalah Tuhan dan bahwa Ia adalah ‘Alfa & Omega’ juga sama seperti Bapa;
- Jangan memberi kesempatan mereka datang ketiga kalinya untuk memimpin PA di rumah kita, melainkan fotocopykan MSA-62 & 63 dan bagikan kepada mereka pada akhir pertemuan untuk dibaca, atau kirimkan ke alamat rumah mereka.



-- O --


Disalin dari : Makalah Sahabat Awam 63

Quote    Reply   
Add Reply

Quick Reply

bbcode help