Lead

Oct 30 05 5:26 PM

Tags : :

RHEMA



Belakangan ini sebagian kalangan Kristen -- termasuk para hamba Tuhan -- sering menggunakan kata 'rhêma' dengan pengertian yang sama sekali berbeda dengan Alkitab, jika tidak ingin dikatakan salah kaprah.

Ada hamba Tuhan yang berkata, "Yang penting bukan apa kata firman tetapi bagaimana 'rhema'nya di dalam kehidupan."

Ada lagi hamba Tuhan yang menulis, "Orang Kristen bukan hanya mengerti tetapi juga mengharmoniskan atau secara penuh menyatukan dirinya (me-'rhema'-kannya) dengan apa yang dia dengarkan dengan cara yang jauh lebih efektif dari hanya sekedar mendengar."

* Matius 4:4,
"Tetapi Yesus menjawab: 'Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman ('rhêma') yang keluar dari mulut Allah.'"
"ho {yang} de {tetapi} apokritheis {menjawab} eipen {Dia berkata} gegraptai {tertulis} ouk {tidak} ep {dari} artô {roti} monô {saja} zêsetai {ia akan hidup} anthrôpos {manusia} all {melainkan} epi {dari} panti {setiap} rhêmati {perkataan} ekporeuomenô {keluar} dia {oleh} stomatos {mulut} theou {Allah}"



Note:
Kata 'rhêma' di atas ditulis 'rhêmati' sesuai dengan kasusnya yaitu 'datif' atau obyek tidak langsung, tunggal dan netral

TUNGGAL :

'rhêma', nominatif & akusatif
'rhêmatos', genitif
'rhêmati', datif

JAMAK :

'rhêmata', nominatif & akusatif
'rhêmatôn', genitif
'rhêmasi(n)', datif

Kata 'rhêma' berarti kata yang diucapkan (melalui mulut), sebagian diterjemahkan dengan "firman" di dalam Alkitab bahasa Indonesia padahal barangkali lebih tepat diterjemahkan dengan "perkataan" karena 'rhêma' berbeda dengan 'logos'. Yang terakhir ini benar-benar merupakan firman yang tidak hanya berupa perkataan tetapi jauh lebih luas.


Agar lebih memahami makna kata Yunani 'rhêma', saya kutip ayat-ayat dari Injil Matius tentang 'rhêma':

* Matius 4:4,
"Tetapi Yesus menjawab: 'Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman ['rhêma'] yang keluar dari mulut Allah.'"

* Matius 5:11,
"Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan ['rhêma'] segala yang jahat."

* Matius 12:36,
"Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata ['rhêma'] sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman."

* Matius 18:16,
"Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan ['rhêma'] dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan."

* Matius 26:75,
"Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan ['rhêma'] Yesus kepadanya: 'Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.' Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya."

* Matius 27:14,
"Tetapi Ia tidak menjawab suatu katapun ['rhêma'], sehingga wali negeri itu sangat heran."


Dengan membaca ayat-ayat di atas, kita pasti tahu bahwa 'rhêma' seyogianya diterjemahkan dengan "perkataan" dan bukan "firman" agar tidak terjadi tumpang-tindih makna "firman".

Jika ada yang berkata bahwa Alkitab berisikan "sebagian" firman Allah dengan alasan bahwa di dalamnya kita temukan perkataan manusia, bahkan perkataan Iblis, maka pernyataan ini kurang tepat.

Yang lebih tepat adalah, Alkitab itu berisikan sebagian "perkataan" Allah dalam arti 'rhêma', tetapi seluruh isi Alkitab adalah firman Allah dalam arti 'logos' tertulis karena Allah tidak hanya berfirman lewat 'rhêma' belaka tetapi juga lewat peristiwa, oknum, dan hal-hal tertentu dalam Alkitab.

Contoh:
Peristiwa Yunus di dalam perut ikan selama tiga hari tiga malam adalah 'logos' -- bukan 'rhêma' karena tidak seorang pun penulis Perjanjian Lama menghubungkan hal ini dengan Yesus Kristus. Tidak ada seorang pun nabi atau penulis Perjanjian Lama menubuatkan bahwa Yesus Kristus akan berada dalam perut bumi seperti Yunus berada di dalam perut ikan, namun Yesus Kristus dengan tegas menyatakan bahwa peristiwa itu adalah "nubuat" yang digenapi oleh-Nya (Matius 12:40, Lukas 11:30).

-----


TANYA :

Ada beberapa kalangan yang mengartikan "rhema" adalah bisikan Roh Kudus



JAWAB :

Saya kurang sependapat akan adanya bisikan Roh Kudus yang 'nggak berhubungan dengan Alkitab karena Alkitab sendiri adalah ilham Roh Kudus. Demikian pula tentang bahasa roh ('glôssolalia'), baptisan Roh Kudus maupun pengusiran roh jahat, semuanya tercantum di dalam Alkitab.

* Markus 16:17,
"Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh." –
"sêmeia de tois pisteusasin tauta parakolouthêsei en tô onomati mou daimonia ekbalousin glôssais lalêsousin kainais opheis arousin kan thanasimon ti piôsin ou mê autous blapsei epi arrhôstous kheiras epithêsousin kai kalôs exousin"


Ungkapan "akan menyertai", 'parakolouthêsei' berasal dari 'parakoloutheô' dalam bentuk future aktif indikatif, menyatakan aktivitas yang berlangsung terus-menerus pada masa yang akan dating yaitu masa sesudah Yesus Kristus mengucapkan 'rhêma' dalam Markus 16:17 di atas, bahkan masih terus berlangsung hingga saat ini.

-----


TANYA :
menurut saya Rhema merupakan peng-aplikasian yang didasarkan dari Firman Tuhan yang mungkin disebut "Logos" tersebut. So kesimpulan saya Logos sendiri akan tidak berfaedah jika belum menjadi Rhema buat kita terlebih dahulu.


JAWAB :

Saya menelaah kata 'rhêma' itu dari sisi leksikal atau makna menurut kamus dan bukan secara teologikal. Secara leksikal, 'rhêma' berarti "perkataan" yang diucapkan melalui mulut. Kekeliruan yang terjadi justru kata itu diaplikasikan sedemikian rupa sehingga maknanya menjadi kabur, berubah seakan-akan mengandung makna "penyatupaduan", "pengejawantahan", dan sebagainya, padahal maknanya tidaklah serumit itu. Jika kata 'rhêma' dikembalikan menurut makna sebenarnya maka kesimpulan Anda akan berbunyi demikian:

"Firman sendiri tidak akan berfaedah jika belum menjadi 'perkataan' buat kita terlebih dahulu."

Bukankah kesimpulan ini malah semakin membingungkan?

Jika menurut Anda bahwa 'rhêma' adalah pengaplikasian atau penerapan dari 'logos', bagaimana dengan makna 'rhêma' menurut ayat-ayat di bawah ini? Apakah kata itu mengandung makna pengaplikasian 'logos'?

* Matius 27:14,
"Tetapi Ia tidak menjawab suatu kata ('rhêma') pun, sehingga wali negeri itu sangat heran."

* Markus 9:32,
"Mereka tidak mengerti perkataan ('rhêma') itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya."

* Lukas 1:38,
"Kata Maria: 'Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu ('rhêma') itu.' Lalu malaikat itu meninggalkan dia."

* Lukas 1:65,
"Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur ('rhêma') di seluruh pegunungan Yudea."


Secara konseptual, makna 'logos' jauh lebih luas ketimbang 'rhêma', namun dengan penerapan kata 'rhêma' belakangan ini, justru terjadi pemutarbalikan makna yaitu 'rhêma' mengandung makna lebih luas ketimbang 'logos'.

Bayangkan saja: 'logos' tidak akan berarti jika belum menjadi 'rhêma' bagi seseorang, ibarat seorang anak tidak akan menjadi apa-apa tanpa pendidikan, padahal sebenarnya 'logos' dapat diibaratkan pendidikan dan 'rhêma' inilah ibarat seorang anak.

Atau, bandingkan makna antara "ilmu" dan "kata". Kata "ilmu" diserap dari kata Yunani 'logos' seperti teologi, 'logos' tentang 'theos' (Allah); biologi, 'logos' tentang 'bios' (kehidupan); kosmologi, 'logos' tentang 'kosmos' (alam semesta); antropologi, 'logos' tentang 'anthrôpos' (manusia), dan seterusnya. Apakah makna suffiks -logi dalam contoh-contoh ini mengandung arti lebih sempit ketimbang 'rhêma' (perkataan) atau justru sebaliknya?

Akhirnya, coba bandingkan pula makna antara 'logos' dan 'rhêma' yang kedua-duanya muncul dalam ayat di bawah ini, karena barangkali maknanya dapat menjadi lebih dimengerti.

* Yohanes 12:48,
"Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan ('rhêma')-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman ('logos') yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman." –
"ho {yang} athetôn {menolak} eme {-Ku} kai {dan} mê {tidak} lambanôn {menerima} ta rhêmata {perkataan-perkataan} mou (-Ku} ekhei {ia memiliki} ton {yang} krinonta {menghakimi} auton {-Nya} ho logos {firman} hon {yang} elalêsa {Aku berkata} ekeinos {tersebut} krinei {ia akan menghakimi} auton {-nya} en {pada} tê {yang} eskhatê {akhir} hêmera {hari}"



'logos' jadi 'rhema' atau firman menjelma menjadi kenyataan adalah istilah yang kurang tepat.
'Logos' (Ibrani "DAVAR") jauh lebih luas ketimbang 'rhema' (Ibrani: "'AMAR").


'Rhema' adalah perkataan yang diucapkan dengan suara menggunakan mulut, sedangkan 'logos' merupakan ekspresi dari pikiran. Dalam suatu surat dinas, 'rhema' merupakan perihal atau subject, sedangkan 'logos' adalah isi surat.


* Matius 12:36,
"Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap 'kata' ('RHEMA') sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya ('LOGOS') pada hari penghakiman." –
"LEGO DE HUMIN HOTI PAN RHEMA ARGON HO EAN LALESOSIN HOI ANTHROPOI APODOSOUSIN PERI AUTOU 'LOGON' EN HEMERA KRISEOS"


Note:
'APODOSOUSIN PERI AUTOU LOGON EN HEMERA KRISEOS'; "mereka akan
memberikan -- tentang -- mereka -- 'LOGOS' (pertanggungan jawab) -- pada -- hari -- penghakiman".

HABRIT HAKHADASYA, "VA'ANI 'OMER LAKHEM KI 'AL KOL-SIAKH TAFEL 'ASYER YEVATE'U VENEY HA'ADAM YITENU KHESYVON BEYOM HAMISYPAT."


* Yohanes 12:48,
"Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan ('RHEMA')-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman ('LOGOS') yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman." –
"HO ATHETON EME KAI ME LAMBANON TA 'RHEMATA' MOU EKHEI TON KRINONTA AUTON HO 'LOGOS' HON ELALESA EKEINOS KRINEI AUTON EN TE ESKHATE HEMERA"


HABRIT HAKHADASYA, "VEKHI' YIM'AS BI 'ISY VELO' YIQAKH 'AMARAY YESY SYOFET 'ASYER-YISYPETENU HADAVAR 'ASYER DIBARTI HU' YISYPETENU BAYOM HA'AKHARON."

live">'LOGOS', the expression of thought, while 'RHÊMA' stands for the subject matter of the word or the thing which is spoken about
(The Complete WordStudy Dictionary New Testament).




------------------------

Selanjutnya , silahkan baca LOGOS DAN RHEMA di http://sarapanpagi.6.forumer.com/viewtopic.php?p=210#210
http://sarapanpagi.6.forumer.com/viewtopic.php?p=687#687


Dan STUDY KATA LOGOS di http://sarapanpagi.6.forumer.com/viewtopic.php?p=578#578

Sumber : Yohannes/Biblika

Alamat Baru SarapanPagi :